Gempa Rusak 12 Gudang Bulog di NTT, Stok Beras Tetap Aman? Ini Penjelasannya

Gempa bumi merusak 12 gudang Bulog di NTT, terutama di Ruteng. Meski dinding rusak, stok beras dipastikan aman dan dipindahkan ke tenda BNPB/TNI. Bulog memproyeksikan total stok 93.782 ton setelah mobilisasi dari berbagai daerah, cukup untuk memenuhi kebutuhan termasuk bantuan bencana dan program pangan Presiden.

Aug 25, 2026 - 12:18
Updated: 2 months ago
0
Gempa Rusak 12 Gudang Bulog di NTT, Stok Beras Tetap Aman? Ini Penjelasannya
Gempa Rusak 12 Gudang Bulog di NTT, Stok Beras Tetap Aman? Ini Penjelasannya

Jakarta - Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan kerusakan pada 12 gudang milik Perum Bulog. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan kerusakan hanya terjadi pada bagian dinding, sehingga stok beras yang tersimpan di dalamnya tetap aman.

Dari total 46 gudang Bulog di NTT dengan kapasitas 50.400 ton, 12 di antaranya mengalami kerusakan. Rizal mengatakan pihaknya telah menugaskan Direktur SDM Bulog untuk segera melakukan perbaikan. "Sehingga kemarin rusak, sudah kami berangkatkan Direktur SDM untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan kepada sekitar 12 gudang kami yang mengalami kerusakan, khususnya dinding-dindingnya," ujarnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Minggu (23/8).

Kerusakan terparah terjadi di wilayah Ruteng, yang menyebabkan kapasitas penyimpanan gudang terdampak menurun. Untuk menjaga keamanan stok, Bulog memindahkan beras dari gudang yang rusak ke tenda milik BNPB dan TNI. Beras juga ditempatkan di atas palet untuk mencegah kerusakan akibat air. "Karena kondisinya sudah jebol dindingnya, oleh karena itu kami geser supaya tidak rusak berasnya, kena air dan lain sebagainya. Kita masukkan tenda, pinjam tenda BNPB dan tendanya TNI untuk kita tempatkan beras tersebut di dalam tenda. Namun, kita kasih palet bawahnya supaya tidak kena air dan lain sebagainya," jelas Rizal.

Selain itu, Rizal telah menugaskan kepala cabang Bulog di Ruteng untuk segera menyalurkan beras yang dipindahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia memastikan ketersediaan beras di NTT tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana maupun kebutuhan ke depan.

Saat ini, stok beras Bulog di NTT mencapai 26.336 ton. Jumlah tersebut akan diperkuat melalui mobilisasi nasional (mobnas) sebanyak 67.446 ton dari berbagai wilayah. Rinciannya, 3.000 ton dari Jakarta, 20.646 ton dari Jawa Timur, 8.550 ton dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta 35.250 ton dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan tambahan tersebut, total stok beras Bulog di NTT diproyeksikan mencapai 93.782 ton.

Bulog memperkirakan kebutuhan beras di NTT mencapai sekitar 46.368 ton, termasuk bantuan untuk bencana alam sebesar 1.890 ton. Bulog juga menyiapkan stok untuk mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali, dengan kebutuhan sekitar 18.900 ton. Selain itu, Bulog menyiapkan beras untuk program bantuan pangan Presiden selama tiga bulan, dengan alokasi 10 kilogram per bulan bagi 852.631 penerima, sehingga total kebutuhannya mencapai 25.578 ton.

Dengan total kebutuhan tersebut, Bulog memperkirakan masih memiliki cadangan sekitar 47.414 ton di NTT. "Oleh karena itu, stok pasti mencukupi untuk kebutuhan di NTT, yaitu 93.782 ton dikurang dengan kebutuhan tadi yang ada, baik dari kebutuhan bencana alam sampai dengan bantuan pangan 46.368 ton, sehingga masih ada stok sisa sekitar 47.414 ton," kata Rizal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User