Astronom Deteksi Bintang Paling Cepat di Bima Sakti, Kecepatannya 100 Ribu Kali Pesawat Komersial

Para astronom mendeteksi bintang S301, bintang tercepat yang mengorbit lubang hitam supermasif Sagittarius A* di pusat Galaksi Bima Sakti. Dengan kecepatan 25.000 km/detik, bintang ini menyelesaikan orbitnya hanya dalam 8,7 tahun. Penemuan ini membuka peluang mengukur rotasi lubang hitam dalam 10 tahun ke depan.

Aug 25, 2026 - 12:18
Updated: 2 months ago
0
Astronom Deteksi Bintang Paling Cepat di Bima Sakti, Kecepatannya 100 Ribu Kali Pesawat Komersial
Astronom Deteksi Bintang Paling Cepat di Bima Sakti, Kecepatannya 100 Ribu Kali Pesawat Komersial

Jakarta - Sebuah bintang yang bergerak dengan kecepatan luar biasa telah terdeteksi di pusat Galaksi Bima Sakti. Bintang yang diberi nama S301 ini mengorbit lubang hitam supermasif Sagittarius A* dengan kecepatan mencapai 25.000 kilometer per detik, atau sekitar 100.000 kali lebih cepat dari pesawat komersial.

Penemuan ini diumumkan oleh para astronom dari Institut Max Planck untuk Fisika Ekstraterestrial (MPE) Jerman. Felix Mang, mahasiswa PhD di institut tersebut, menjelaskan bahwa orbit bintang S301 sangat rapat mengelilingi Sagittarius A*, menjadikannya objek yang unik dan belum pernah ditemukan sebelumnya.

"Bintang ini hanya membutuhkan waktu 8,7 tahun untuk menyelesaikan satu putaran orbit, dan mendekati lubang hitam hingga jarak hanya 12 kali jarak Bumi ke Matahari. Hal seperti ini belum pernah ditemukan sebelumnya," ungkap Mang, dikutip dari The Guardian, Rabu (19/8).

Kecepatan dan orbit bintang S301 yang sangat dekat dengan lubang hitam memberikan peluang bagi para ilmuwan untuk menguji teori relativitas umum Einstein. Menurut teori tersebut, lubang hitam yang berputar akan menyeret ruang-waktu di sekitarnya, yang dapat memengaruhi jalur orbit bintang-bintang terdekat.

Sebelumnya, para ilmuwan memperkirakan butuh waktu berpuluh-puluh tahun dan data dari banyak bintang untuk mengukur putaran Sagittarius A*. Namun, dengan adanya bintang S301 yang telah terdeteksi sejak 2017, para peneliti optimistis dapat mengumpulkan cukup data hingga titik terdekat berikutnya pada tahun 2031.

"Dengan bintang ini, kami berharap dapat mengukur putaran lubang hitam dalam 10 tahun ke depan," tambah Mang.

Pengamatan dilakukan menggunakan Very Large Telescope Interferometer (VLTI) milik European Southern Observatory (ESO) di Paranal, Cili. Teknik ini menggabungkan cahaya dari empat teleskop raksasa berdiameter 8 meter untuk mendapatkan resolusi tinggi.

Meskipun melintas sangat dekat, bintang S301 diperkirakan tidak akan masuk ke dalam event horizon atau batas titik tak kembali dari lubang hitam tersebut. Mang menjelaskan bahwa lubang hitam sering disalahpahami sebagai 'penyedot debu kosmik', padahal sebenarnya hanya objek bermassa sangat besar.

"Bintang yang mengorbitnya mirip seperti planet mengelilingi Matahari dan akan tetap berada di jalur orbitnya," imbuh Mang.

Ziri Younsi, astrofisikawan dari University College London yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyebut penemuan ini sebagai terobosan besar dalam memahami sejarah dan evolusi Galaksi Bima Sakti. "Ini adalah penemuan yang sangat penting dan luar biasa. Pada titik tercepatnya, bintang ini bergerak hingga 8 persen dari kecepatan cahaya," ujar Younsi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User