Kuliner Padang Melangkah ke Panggung Dunia, Resmi Masuk Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027
Kota Padang resmi ditetapkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network 2027 bidang gastronomi dan akan mewakili Indonesia di tingkat dunia. Penetapan diterima Wali Kota Padang Fadly Amran dari Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, dengan Kabupaten Bantul menjadi nominasi lain dari bidang kerajinan dan seni rakyat.
Kota Padang resmi menyandang status sebagai salah satu kota nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 untuk bidang gastronomi. Penetapan ini menjadi pintu bagi Padang untuk membawa kekayaan kuliner serta tradisi gastronominya ke panggung internasional.
Dokumen penetapan nominasi diserahkan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, kepada Wali Kota Padang, Fadly Amran. Penyerahan berlangsung dalam kegiatan penetapan nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027 di Ruang Rapat Sarangan, Lantai 33 Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).
Dalam proses nominasi UCCN 2027, Kota Padang dipercaya mewakili Indonesia pada bidang gastronomi. Sementara itu, Kabupaten Bantul turut menjadi nominasi dari Indonesia melalui bidang kerajinan dan seni rakyat.
Fadly Amran menyatakan bahwa pengakuan sebagai Kota Kreatif Gastronomi di tingkat internasional merupakan salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, peluang ini bukan sekadar pengakuan atas kekayaan kuliner daerah, tetapi juga berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat identitas kota.
Fadly menjelaskan, kuliner telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan identitas masyarakat Kota Padang. Kekuatan gastronomi daerah itu juga tercermin dari keberadaan pasar tradisional yang tetap menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk saat pandemi COVID-19 melanda.
"Selama ini, kita melihat kuliner sudah menjadi bagian dari identitas Kota Padang. Ketika kita menghadapi beberapa kali cobaan dan bencana, kita selalu berupaya melihat kembali jati diri dan potensi yang bisa diangkat sebagai kekuatan ekonomi daerah. Potensi inilah yang akan kita bawa ke level yang lebih tinggi," ujar Fadly.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang terus membangun ekosistem pembangunan yang mendukung pengembangan sektor gastronomi. Upaya itu diwujudkan melalui rencana perbaikan infrastruktur perkotaan, pembenahan sistem industri makanan, serta pelaksanaan berbagai program unggulan pemerintah kota. Langkah tersebut diharapkan memperkuat keterkaitan antara potensi kuliner, pengembangan ekonomi kreatif, dan pembangunan kota secara berkelanjutan.
Sementara itu, Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa UCCN merupakan jejaring kota kreatif yang dibentuk UNESCO pada 2004. Jejaring internasional ini bertujuan mendorong kerja sama antarkota di seluruh dunia dengan menempatkan kreativitas sebagai salah satu pengungkit strategis dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Menurut Teuku Riefky, penetapan nominasi ini membuka kesempatan bagi Kota Padang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, tradisi, serta potensi gastronominya kepada masyarakat internasional. "Penetapan nominasi ini menjadi peluang bagi Kota Padang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, tradisi, dan potensi gastronomi ke tingkat internasional, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan kota berkelanjutan," ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Nanda Satria, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, serta Ketua Panitia Seleksi Nasional Pengusulan Nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027, Prof. Wiendu Nuryanti.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)