Fosil Gigi di Krabi Ungkap Tikus Raksasa 30 Kg yang Hidup 35 Juta Tahun Lalu

Ilmuwan mengidentifikasi spesies tikus purba raksasa berbobot sekitar 30 kg yang hidup di Thailand selatan 33-35 juta tahun lalu berdasarkan dua fosil gigi dari tambang batu bara Krabi. Spesies bernama Yakamys sirindhornae ini termasuk famili Ischyromyidae yang telah punah dan menjadi salah satu hewan pengerat terbesar pada periode Paleogen.

Nov 07, 2026 - 16:01
Updated: 8 hours ago
0
Fosil Gigi di Krabi Ungkap Tikus Raksasa 30 Kg yang Hidup 35 Juta Tahun Lalu
Fosil Gigi di Krabi Ungkap Tikus Raksasa 30 Kg yang Hidup 35 Juta Tahun Lalu

Para ilmuwan mengungkap keberadaan tikus purba berukuran raksasa yang pernah hidup di wilayah Thailand selatan sekitar 33 hingga 35 juta tahun silam. Identifikasi itu dilakukan berdasarkan dua fosil gigi yang ditemukan di sebuah tambang batu bara di Provinsi Krabi. Bobot hewan tersebut diperkirakan mencapai 30 kilogram, menjadikannya salah satu hewan pengerat terbesar yang diketahui dari periode Paleogen.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada Rabu (4/11). Fosil berupa gigi geraham dan gigi seri itu sebenarnya sudah ditemukan pada 2004, tetapi baru dapat dianalisis secara rinci lebih dari dua dekade kemudian oleh peneliti dari Thailand, Prancis, dan Kanada.

Pannipa Tian, ahli geologi yang menemukan fosil tersebut, mengaku sempat salah mengenali benda itu karena ukurannya yang luar biasa besar. "Awalnya, saya kira itu tulang. Saya menunjukkannya kepada atasan saya, yang mengatakan itu adalah gigi tikus raksasa," ujarnya kepada AFP. Fosil berwarna krem itu terlihat menonjol di antara endapan batu bara yang gelap.

Menurut para peneliti, hewan purba ini memiliki berat sekitar 30 kg atau kira-kira setengah dari bobot kapibara besar, hewan pengerat terbesar yang masih hidup hingga sekarang. Temuan tersebut memberi petunjuk baru tentang bagaimana hewan pengerat awal berevolusi hingga mampu mencapai ukuran sangat besar.

Hewan ini termasuk dalam famili Ischyromyidae yang kini sudah punah. Famili tersebut dikenal sebagai salah satu kelompok hewan pengerat utama paling awal. Namun, karena hanya dua gigi yang ditemukan, penampilan, pola makan, dan perilaku hewan tersebut masih belum diketahui.

Cekungan Krabi sendiri sebelumnya telah menghasilkan berbagai penemuan fosil primata purba, karnivora, dan mamalia berkuku. Saat penemuan gigi pada 2004, tim peneliti disebut kekurangan bukti dan teknologi memadai untuk mengidentifikasi spesies tersebut.

Spesies ini kini diberi nama Yakamys sirindhornae, sebagai penghormatan kepada Putri Sirindhorn dari Thailand yang dikenal menyukai penelitian ilmiah dan paleontologi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User