Bandara Riyadh Diguncang Serangan Ketiga dalam Sepekan, 12 Tewas dan 300 Lebih Terluka

Serangan terhadap Bandara King Khalid International Airport di Riyadh menewaskan 12 orang, delapan di antaranya warga negara asing, dan melukai lebih dari 300 orang. Insiden ini menjadi serangan ketiga dalam sepekan terakhir di tengah meningkatnya serangan rudal kelompok Houthi Yaman.

Oct 11, 2026 - 00:01
Updated: 2 days ago
0 0
Bandara Riyadh Diguncang Serangan Ketiga dalam Sepekan, 12 Tewas dan 300 Lebih Terluka
Bandara Riyadh Diguncang Serangan Ketiga dalam Sepekan, 12 Tewas dan 300 Lebih Terluka

Serangan yang menyasar Bandara King Khalid International Airport di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10), mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Dari jumlah korban tewas tersebut, delapan orang di antaranya merupakan warga negara asing.

Otoritas penerbangan Arab Saudi (GACA) merinci kedelapan WNA yang tewas, yaitu dua warga Bangladesh serta masing-masing satu orang dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Selain korban jiwa, lebih dari 300 orang mengalami luka-luka akibat insiden ini. Sebagian korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di sekitar bandara.

Akibat serangan tersebut, aktivitas di bandara sempat terhenti sementara. GACA menyatakan pihak berwenang masih melakukan penghitungan lebih rinci terkait kerusakan yang timbul serta total jumlah korban akibat serangan itu.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya serangan rudal yang dilancarkan kelompok milisi Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran terhadap Arab Saudi. Meski demikian, kelompok bersenjata tersebut belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru ini.

Menariknya, serangan pada Sabtu tersebut tidak meninggalkan jejak pada sistem keamanan Arab Saudi. Tidak ada tanda bahaya yang muncul dari sistem peringatan yang dipasang otoritas setempat.

Serangan ke bandara Riyadh ini merupakan yang ketiga terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir. Pada dua serangan sebelumnya, sebanyak empat orang dilaporkan tewas.

Di sisi lain, Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah konferensi besar di bidang energi dan investasi dalam waktu dekat. Penyelenggara menegaskan acara tetap berjalan sesuai rencana dan berupaya meyakinkan para peserta terkait aspek keamanan.

Sebelumnya, Houthi meminta pesawat sipil menghindari wilayah udara Saudi. Kelompok itu menyatakan wilayah udara Saudi sebagai zona operasi militer setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan serangan terhadap mereka awal bulan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User