Wamenko Dradjad Sebut Daya Beli Tetap Solid, Buktinya Transaksi QRIS Naik di Atas 100 Persen

Wamenko Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo membantah narasi daya beli masyarakat melemah. Berdasarkan data BPS, daya beli dinilai tetap kuat dan solid, dengan konsumsi tumbuh di atas 5 persen pada semester I 2026. Dradjad menyebut yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi, terlihat dari lonjakan transaksi QRIS di atas 100 persen serta pertumbuhan sektor transportasi, restoran, dan hotel.

Oct 13, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Wamenko Dradjad Sebut Daya Beli Tetap Solid, Buktinya Transaksi QRIS Naik di Atas 100 Persen
Wamenko Dradjad Sebut Daya Beli Tetap Solid, Buktinya Transaksi QRIS Naik di Atas 100 Persen

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menegaskan bahwa daya beli masyarakat Indonesia tidak sedang melemah. Pernyataan itu disampaikannya untuk membantah narasi publik yang menyebut kondisi daya beli tengah menurun. Menurutnya, data Badan Pusat Statistik justru memperlihatkan hal sebaliknya.

"Data BPS menunjukkan yang benar adalah daya beli itu tetap kuat, tetap robust, tetap solid. Kami bukan membantah, tapi kami menunjukkan bahwa berdasarkan data BPS tidak benar daya beli melemah," ujar Dradjad dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (12/10).

Dradjad menjelaskan, salah satu indikator yang menegaskan daya beli tetap terjaga adalah melonjaknya transaksi ekonomi di sejumlah sektor, mulai dari pariwisata hingga transaksi digital. Ia menilai masyarakat kini lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk gaya hidup dan mobilitas.

"Bukti yang pertama itu misalnya adalah pertumbuhan di transportasi dan pertumbuhan yang terkait pariwisata. Transportasi itu tinggi sekali karena masyarakat kita rupanya sekarang banyak yang senang jalan-jalan, dan konsumsi jalan-jalan itu tinggi sekali naiknya. Restoran dan hotel juga," terangnya.

Selain itu, Dradjad menyoroti lonjakan tajam transaksi digital sebagai cerminan tingginya aktivitas belanja masyarakat, baik di marketplace maupun platform online. Menurutnya, kenaikan transaksi QRIS yang mencapai di atas 100 persen menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat tetap berjalan.

"Kemudian bukti berikutnya itu transaksi QRIS yang peningkatannya sampai di atas 100 persen. Kalau transaksi QRIS meningkat drastis, itu kan artinya memang banyak transaksi, banyak konsumsi. Jadi yang terjadi itu bukan daya beli melemah, tapi pergeseran pola konsumsi masyarakat yang sangat signifikan," jelas Dradjad.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa konsumsi masyarakat sepanjang semester I 2026 masih tumbuh konsisten di atas 5 persen. Angka tersebut menjadi dasar penilaian bahwa daya beli masyarakat masih kuat.

"Daya beli masyarakat di Indonesia ini berdasarkan catatan BPS itu memang masih kuat karena selama satu semester itu masih tumbuh di atas 5 persen konsumsi masyarakat. Dan yang tadi yang terlihat oleh rekaman data kami adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang berbeda," ujar Amalia.

Amalia merinci, pertumbuhan konsumsi masyarakat saat ini didominasi oleh sektor yang menunjang gaya hidup baru, seperti transportasi, restoran, serta hotel. Ketiga sektor tersebut tercatat mampu tumbuh di atas 6 persen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User