Mantan Menlu Maladewa Abdulla Shahid Ditangkap di Rumahnya, Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur
Mantan Menteri Luar Negeri Maladewa Abdulla Shahid ditangkap di rumahnya di Male pada Senin (2/11) atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah 18 tahun. Penangkapan dilakukan berdasarkan surat perintah pengadilan usai ia berkampanye untuk pemilihan pendahuluan Partai Demokrat Maladewa. Shahid membantah tuduhan itu dan menilai klaim tersebut sengaja dibangun untuk merusak reputasinya menjelang pemilu 2028.
Mantan Menteri Luar Negeri Maladewa Abdulla Shahid ditangkap di kediamannya di Male pada Senin (2/11) karena dicurigai melakukan pelecehan seksual terhadap anak. Penangkapan itu dilakukan berdasarkan surat perintah pengadilan dan berlangsung tak lama setelah Shahid berkampanye untuk pemilihan pendahuluan presiden Partai Demokrat Maladewa (MDP).
"Atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah usia 18 tahun, Abdulla Shahid ditangkap berdasarkan surat perintah pengadilan pada malam tanggal 2 November," ujar polisi dalam pernyataannya pada Selasa, seperti dikutip AFP.
Pihak kepolisian belum membeberkan rincian lebih lanjut mengenai tuduhan yang dialamatkan kepada Shahid. Mereka hanya menyatakan bahwa investigasi atas kasus ini masih berjalan.
Sebelum ditangkap, Shahid sempat menegaskan bahwa tuduhan tersebut sengaja dirancang untuk merusak reputasinya menjelang pemilihan pendahuluan MDP dan pemilihan presiden. Melalui akun media sosial X, ia menyebut berita yang beredar sebagai kebohongan yang sama sekali tidak berdasar.
"Berita-berita yang disebarkan secara politis untuk mencemarkan nama baik saya adalah kebohongan yang sama sekali tidak berdasar," kata Shahid. Ia juga mendesak semua pihak untuk tidak menyebarkan klaim-klaim yang tidak berdasar tersebut.
Shahid bergabung dengan MDP pada 2013 dan setahun kemudian dipercaya memimpin partai. Namun pada Agustus lalu, ia memutuskan mundur agar bisa fokus mencalonkan diri sebagai presiden dari MDP pada pemilu 2028.
Sebagai tokoh oposisi terkemuka di Maladewa, Shahid pernah menjabat Menlu pada 2007 hingga 2008 dan kembali menduduki posisi yang sama di bawah pemerintahan Maumoon Abdul Gayoon pada 2018 hingga 2023. Ia juga pernah menjadi Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa selama satu tahun, dari Juni 2021 hingga September 2022.
Pada 2021, Shahid dianugerahi Order of the Distinguished Rule of Izzuddin, penghargaan negara tertinggi Maladewa, sebagai pengakuan atas pengabdiannya di tingkat nasional dan internasional.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)