Warga Israel Turun ke Jalan, Serukan Pemerintahan Yahudi-Arab untuk Gulingkan Netanyahu

Ratusan warga Israel berunjuk rasa di tiga kota pada Rabu (28/10) mendesak pembentukan pemerintahan gabungan partai Yahudi dan Arab. Demo digelar di Yerusalem, Haifa, dan Tel Aviv setelah hasil pemilu sementara menunjukkan tidak ada blok yang meraih 61 kursi. Blok Netanyahu 52 kursi, blok Eisenkot 48 kursi, dan partai Arab 20 kursi.

Oct 30, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0
Warga Israel Turun ke Jalan, Serukan Pemerintahan Yahudi-Arab untuk Gulingkan Netanyahu
Warga Israel Turun ke Jalan, Serukan Pemerintahan Yahudi-Arab untuk Gulingkan Netanyahu

Ratusan warga Israel menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (28/10) untuk mendesak terbentuknya pemerintahan gabungan antara partai Yahudi dan Arab. Demonstrasi yang dilaporkan media Israel Haaretz ini berlangsung di tiga lokasi berbeda, yakni Paris Square di Yerusalem, Unesco Square di Haifa, dan Taman Mesila di Tel Aviv.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa sejumlah spanduk bertuliskan "Ya, untuk pemerintahan Yahudi-Arab" dan "Kebebasan untuk semua, from river to the sea". Partai Arab Israel sendiri merupakan partai politik yang dipimpin warga keturunan Arab Palestina di Israel dan memperjuangkan kesetaraan serta keadilan bagi komunitas mereka.

Seruan pembentukan pemerintahan inklusif ini muncul menyusul hasil pemilihan umum yang tampaknya menemui jalan buntu. Dua partai terbesar, yakni Likud yang berkuasa di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Yashyar pimpinan eks panglima militer Gadi Eisenkot, tidak berhasil meraih suara mayoritas 61 kursi parlemen yang menjadi ambang batas pembentukan pemerintahan.

Berdasarkan penghitungan suara oleh Komite Pusat Pemilihan Israel yang telah memproses 90,4 persen suara per Kamis (29/10) sore WIB, blok Netanyahu meraih 52 kursi, sementara partai Gadi Eisenkot mengantongi 48 kursi. Adapun partai-partai Arab Israel meraih 20 kursi, dengan rincian Joint List 12 kursi dan Ra'am 8 kursi.

Anggota parlemen Israel (Knesset) dari kalangan Arab sekaligus pemimpin blok parlemen Joint List, Ahmad Tibi, menyatakan bahwa bloknya mengulurkan tangan kepada "blok perubahan" untuk menggulingkan pemerintahan Benjamin Netanyahu. "Blok perubahan" merupakan aliansi oposisi yang berupaya menggantikan pemerintahan Netanyahu, mencakup Partai Yashar, Yesh Atid pimpinan Yair Lapid, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan, Beyachad pimpinan Naftali Bennett, serta Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman.

"Partisipasi pemilih Arab yang sangat tinggi merupakan pencapaian bersejarah bagi Joint List. Aliansi ini menjawab seruan masyarakat untuk bersatu dan membuktikan bahwa mereka merupakan kekuatan penentu yang tanpanya perubahan mustahil terwujud," kata Tibi dalam pernyataan tertulis yang diterima Anadolu Agency.

"Kami mengulurkan tangan kepada 'blok perubahan' untuk menggulingkan pemerintahan Netanyahu-Ben-Gvir, yang akan diawali dengan pencopotan Ketua Knesset Amir Ohana," tambahnya.

Dengan konfigurasi kursi yang belum mencapai mayoritas, partai-partai Arab Israel berpotensi menjadi penentu arah koalisi. Dukungan mereka kepada blok perubahan menjadi kunci untuk mengakhiri kebuntuan politik yang terjadi setelah pemilu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User