68 Tewas dalam Tabrakan Kereta Cepat Spanyol, 1.500 Demonstran Kepung Kementerian dan Bentrok dengan Polisi
Sekitar 1.500 orang berunjuk rasa di Madrid memprotes tabrakan kereta cepat di Castilla-La Mancha yang menewaskan 68 orang. Massa menuntut Menteri Transportasi Oscar Puente mundur, lalu bentrok dengan polisi. Aksi ini terjadi sembilan bulan setelah kecelakaan serupa di jalur yang sama menewaskan 46 orang. PM Pedro Sanchez mengumumkan berkabung tiga hari dan berjanji menyelidiki tuntas penyebab insiden.
Ribuan warga memadati kawasan Kementerian Transportasi Spanyol di Madrid pada Rabu (28/10) untuk memprotes tabrakan kereta cepat di Castilla-La Mancha yang menewaskan 68 orang. Aksi yang diikuti sekitar 1.500 peserta itu menuntut Menteri Transportasi Oscar Puente mundur dari jabatannya.
Demonstrasi yang diorganisir kelompok sayap kanan tersebut berlangsung ricuh. Massa bentrok dengan aparat kepolisian setelah melempar botol dan suar ke arah petugas. Polisi membalas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
Dalam foto-foto yang beredar, sejumlah pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Pergi!" di samping gambar Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Spanduk lain bertuliskan "Penjahat" dan "Korupsi membunuh".
Aksi ini menyusul rangkaian kemunduran yang dialami partai sosialis PSOE pimpinan Sanchez sepanjang tahun ini, termasuk sejumlah skandal korupsi yang melibatkan orang-orang terdekat partai.
Kecelakaan itu sendiri terjadi pada Rabu pagi ketika kereta milik perusahaan negara Renfe dan operator swasta Iryo bertabrakan hingga dua gerbong anjlok. Sebanyak 68 orang tewas dan sekitar 80 orang lainnya terluka.
Juru bicara pemerintah daerah Castilla-La Mancha, Esther Padilla, menjelaskan kedua kereta melaju ke arah yang sama ketika salah satunya menabrak kereta lain yang sedang berhenti. Kereta Renfe mengangkut 397 penumpang, sedangkan kereta Iryo membawa 147 penumpang. Dua gerbong yang anjlok merupakan bagian dari kereta Iryo.
Perdana Menteri Sanchez mengumumkan masa berkabung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober. Ia berjanji pemerintah akan menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh.
"Spanyol sedang berduka. Kita akan menyelidiki sampai tuntas. Jika ada kelalaian, itu akan diungkap, dan jika ada kegagalan sistem, akan ada respons yang tegas," ujar Sanchez. "Kami tidak bisa menerima dua kecelakaan kereta api di tahun yang sama," tegasnya.
Insiden ini menjadi kecelakaan kedua dalam sembilan bulan terakhir. Sebelumnya, kereta berkecepatan tinggi milik operator yang sama mengalami kecelakaan di jalur yang sama dan menewaskan 46 orang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)