Dua Gelar Eropa Tak Ubah Poin An Se Young, Ternyata Ini Penyebabnya
An Se Young memenangi Denmark Open dan French Open, tetapi poin ranking BWF-nya tetap 122.287. Penyebabnya, sistem hanya menghitung 10 turnamen terbaik dan dua gelar terbaru belum masuk hitungan. Peluang menembus poin maksimal 123.287 masih terbuka hingga Maret, asalkan ia mempertahankan gelar dan menjuarai All England 2027.
An Se Young tengah berada di puncak performa setelah menyapu dua turnamen Eropa, Denmark Open dan French Open. Namun, dominasi itu tidak serta-merta menambah koleksi poinnya di ranking BWF. Angka 122.287 yang selama ini melekat pada tunggal putri asal Korea Selatan tersebut tetap tidak berubah meski ia baru saja naik podium tertinggi dua kali. Pertanyaan pun muncul: apakah 122.287 poin itu sudah menjadi batas maksimal bagi An Se Young?
Jawabannya belum. Dalam sistem ranking BWF, poin yang tercatat merupakan akumulasi dari 10 turnamen terbaik dalam 52 pekan terakhir. An Se Young mengumpulkan 122.287 poin dari 10 turnamen yang ia menangi pada periode tersebut. Dua gelar terbaru, Denmark Open 2026 dan French Open 2026, belum masuk hitungan karena masih ada turnamen level Super 750 lain yang lebih dulu ia menangi dan tercatat dalam daftar.
Poin An Se Young terlihat begitu besar karena tahun ini ia berhasil menyapu tiga kejuaraan bergengsi sekaligus, yakni Kejuaraan Asia dengan 12 ribu poin, Kejuaraan Dunia dengan 14.500 poin, dan Asian Games dengan 12 ribu poin. Momen seperti ini tidak terjadi setiap tahun karena Asian Games hanya digelar empat tahun sekali. Ia juga menjuarai BWF World Tour Finals pada akhir tahun lalu dengan 14 ribu poin.
Asian Games menjadi pembeda utama, bahkan jika dibandingkan dengan tahun Olimpiade. Ketika Olimpiade digelar, Kejuaraan Dunia Badminton ditiadakan sehingga status poin maksimalnya cenderung serupa. Kondisi berbeda terjadi pada tahun Asian Games, yang poinnya setara turnamen Super 1000. Alhasil, pada 2026 terdapat enam turnamen bergaransi poin 12 ribu, yaitu Kejuaraan Asia, Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open.
Di sinilah celah An Se Young muncul. Ia hanya menjadi runner-up All England 2026 sehingga tidak memperoleh poin maksimal 12 ribu. Artinya, ada satu poin maksimal dari turnamen Super 1000 yang belum ia kantongi. Peluang menembus poin maksimal versi dirinya masih terbuka hingga Maret mendatang, tepatnya jika ia mampu menjuarai All England 2027.
Namun, syaratnya tidak sekadar menang di All England 2027. An Se Young juga harus mempertahankan gelar di BWF World Tour Finals 2026 dan Malaysia Open 2027 agar poin maksimal yang ia dapat pada edisi sebelumnya tidak hilang. Jika semua berjalan lancar, poin maksimalnya hanya bertambah 1.000 dari catatan saat ini. Sebab, 12 ribu poin dari All England 2027 akan menggantikan salah satu poin juara Super 750 yang bernilai 11 ribu, sehingga surplusnya 1.000 poin dan total maksimal menjadi 123.287 poin.
Meski demikian, angka 123.287 belum akan menjadi poin tertinggi sepanjang sejarah ranking BWF. Rekor tertinggi masih dipegang Kim Won Ho/Seo Seung Jae dengan 123.905 poin yang dibukukan pada 14 April 2026. An Se Young memang diuntungkan kehadiran Asian Games dalam tabel poinnya, tetapi ada perbedaan dari turnamen beregu. Kim/Seo meraup total 14.405 poin dari Piala Sudirman 2025, sedangkan An Se Young hanya mendapat 12.787 poin dari Piala Uber 2026. Itulah faktor yang menjadi pembeda.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)