Hitung Cepat Pemilu Israel: Kursi Blok Netanyahu Melorot, Partai Arab Justru Naik
Hitung cepat 90,4 persen suara pemilu Israel menunjukkan kursi blok Benjamin Netanyahu turun menjadi 52, sementara blok Gadi Eisenkot 48 kursi dan partai Arab naik. Di sisi lain, Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese meminta Indonesia memikirkan ulang keterlibatan dalam Board of Peace karena dinilai tak mewakili suara Palestina.
Komite Pusat Pemilihan Israel telah merampungkan penghitungan suara mencapai 90,4 persen per Kamis (29/10). Hasil sementara itu memperlihatkan perolehan kursi parlemen bagi blok Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu mengalami penurunan, sementara partai-partai Arab justru mencatat kenaikan.
Berdasarkan data komite, blok Netanyahu mengantongi 52 kursi. Pesaing utamanya, blok yang dipimpin Gadi Eisenkot, meraih 48 kursi. Adapun partai-partai Arab memperoleh 20 kursi, dengan rincian Joint List 12 kursi dan Ra'am 8 kursi.
Sejumlah pakar menilai pembentukan koalisi pada pemilu kali ini akan sangat sulit. Perbedaan nilai dan isu yang mencuat belakangan menjadi penyebabnya. Situasi makin rumit karena partai Arab dinilai dapat menjadi penentu utama, terutama bagi blok Eisenkot untuk mengantarkan kadernya menjadi perdana menteri.
Di panggung internasional, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina, Francesca Albanese, meminta Indonesia mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Dalam wawancara dengan Reuters pada Kamis (22/10), Albanese menilai badan tersebut tidak mewakili suara Palestina karena dibentuk oleh Amerika Serikat dan Israel.
Albanese menegaskan bahwa secara hukum Israel tidak boleh terlibat dalam menentukan masa depan Palestina. Namun, seorang pejabat BoP membantah pernyataan itu. Ia menyebut Palestina tidak dikecualikan dalam badan tersebut dan menegaskan bahwa administrasi sipil serta upaya pemulihan Gaza dipimpin oleh Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, yang beranggotakan para profesional Palestina dari Gaza dan dikepalai mantan pejabat Otoritas Palestina, Ali Shaath.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI telah menegaskan bahwa pasukan Indonesia hanya akan ditugaskan di wilayah Gaza. Pasukan tersebut tidak akan terlibat dalam operasi tempur maupun tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung.
Sementara itu, sejumlah penumpang kapal pesiar Villa Vie Odyssey mengeluh setelah kapal mereka terdampar di Kamboja karena operator tidak mampu membeli bahan bakar. Steve Skulnich, salah satu penumpang, kepada Channel News Asia (CNA) mengatakan bahwa ia dan penumpang lain diminta turun dari kapal lantaran operator kehabisan dana untuk membeli bahan bakar.
Lebih dari 200 penumpang Villa Vie Odyssey terdampar di kota pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, pada Selasa (27/10). Perjalanan dihentikan setelah perusahaan tidak sanggup membeli bahan bakar. Villa Vie Residences, operator kapal yang berbasis di Amerika Serikat, menyatakan kenaikan harga bahan bakar yang luar biasa akibat perang AS melawan Iran membuat operasional mereka sulit dipertahankan. Biaya bahan bakar bulanan per kabin di sejumlah wilayah Asia dilaporkan melonjak dari 1.800 dolar AS menjadi 8.000 dolar AS.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)