Menlu Singapura Tegaskan Kemitraan dengan Indonesia Tetap Kuat Meski Ada Sorotan Kabut Asap
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan hubungan negaranya dengan Indonesia tetap erat meski diwarnai sorotan masalah kabut asap akibat karhutla. Usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, ia menyebut kedua negara saling bergantung dan menekankan pentingnya dialog langsung serta terbuka untuk menghadapi tantangan bersama.
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan bahwa hubungan antara Singapura dan Indonesia tidak akan berubah meskipun tengah menjadi sorotan terkait masalah kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, sebagai negara tetangga terdekat, kedua negara selalu memiliki ketergantungan satu sama lain.
"Hal yang ingin saya tekankan adalah bahwa Indonesia, Malaysia, dan Brunei adalah tetangga terdekat dan permanen kita, akan selalu memiliki ketergantungan satu sama lain," ujar Vivian, seperti dikutip dari Singapore Government Agency, usai bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Rabu (28/10).
Vivian menjelaskan bahwa ketergantungan tersebut membuat setiap masalah yang muncul harus dihadapi bersama. Ia mencontohkan kabut asap dan pandemi sebagai tantangan yang sama-sama dihadapi. "Di masa depan, tantangan serupa lainnya pasti akan muncul," tambahnya.
Dalam pertemuan itu, Vivian mengakui adanya perbedaan pendapat antara Singapura dan Indonesia, namun menurutnya hal itu wajar. "Poin kedua, ketika masalah seperti ini timbul, wajar jika terdapat perbedaan prioritas, perbedaan pendekatan, dan terkadang—terus terang saja—bahkan isu-isu yang bersifat politis atau memicu polemik," ucapnya.
Meski demikian, Vivian menekankan pentingnya tetap berkepala dingin dan melakukan dialog yang langsung, jujur, terbuka, serta konstruktif untuk mencari pendekatan kolektif. "Namun, justru di saat-saat seperti inilah kita perlu tetap berkepala dingin, melakukan dialog yang langsung, jujur, terbuka, dan konstruktif, serta mencari pendekatan kolektif," kata dia.
Vivian tidak merinci isi pertemuannya dengan Prabowo. Namun, ia memastikan bahwa komunikasi di tingkat pemimpin kedua negara telah membangun komitmen politik yang perlu ditindaklanjuti melalui pelaksanaan rencana yang telah disusun. "Saya tidak dapat membahas secara terperinci mengenai pertemuan tersebut. Namun, saya dapat memastikan bahwa komunikasi di tingkat tertinggi telah berlangsung antara perdana menteri kami dan Presiden Prabowo," tutupnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)