Tulang di Atap Rumah Ternyata Bukan Kuburan Anak, Pria 73 Tahun di China Kena Sanksi

Seorang pria 73 tahun di Chengdu, China, dikenai sanksi administratif setelah menyebarkan rumor kuburan anak di atap kompleks perumahan. Polisi memastikan tulang yang ditemukan adalah sisa hewan, bukan manusia. Kasus ini sempat viral di media sosial dan memicu kekhawatiran warga serta pengaruh terhadap harga properti.

Oct 16, 2026 - 04:02
Updated: 10 hours ago
0 0
Tulang di Atap Rumah Ternyata Bukan Kuburan Anak, Pria 73 Tahun di China Kena Sanksi
Tulang di Atap Rumah Ternyata Bukan Kuburan Anak, Pria 73 Tahun di China Kena Sanksi

Kepolisian China menjatuhkan sanksi administratif kepada seorang pria berusia 73 tahun karena menyebarkan cerita bohong soal kuburan anak laki-laki di atap sebuah kompleks perumahan di Chengdu, Provinsi Sichuan. Hasil penyelidikan memastikan tulang-tulang yang ditemukan di lokasi itu berasal dari hewan, bukan manusia.

Kasus ini bermula ketika seorang perempuan bernama Li mengaku menemukan benda menyerupai kuburan di atap gedung tempat tinggalnya. Pada 5 Oktober, ia menceritakan penemuan tersebut kepada media lokal Sichuan Observation. Li mengaku membeli apartemen bekas di lantai tujuh pada 2017 dan menyewakannya sejak saat itu.

Seorang tetangga baru-baru ini memberitahunya bahwa atap gedung tersebut pernah menjadi tempat pemakaman seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun. Menurut cerita tetangganya, anak itu tinggal di gedung tersebut dan meninggal karena sakit pada September 2009. Li kemudian memeriksa lokasi dan merekam benda-benda yang tampak seperti tulang, termasuk gigi, di bawah tumpukan batu dan rerumputan, lalu melaporkannya ke polisi.

Li menduga pemilik sebelumnya sengaja menyembunyikan keberadaan makam tersebut karena khawatir menurunkan nilai properti. Ia berusaha meminta pertanggungjawaban penjual, tetapi tidak berhasil menghubunginya. Cerita itu pun memicu kehebohan di media sosial China, dengan sejumlah video terkait menarik jutaan penonton.

"Ini mengerikan. Seberapa pun Anda merindukan anak Anda, Anda seharusnya memberikan mereka pemakaman yang layak, bukan mengubur mereka di atas atap," tulis seorang pengguna media sosial, seperti dilaporkan South China Morning Post. Pengguna lain memperingatkan bahwa dugaan makam tersebut dapat meresahkan warga dan memengaruhi harga properti di kawasan itu.

Seorang pengacara juga menjelaskan bahwa penguburan di luar pemakaman yang ditentukan melanggar aturan di China. Jika penjual terbukti sengaja menyembunyikan keberadaan makam, Li dapat berupaya membatalkan transaksi properti dan menuntut ganti rugi. Namun, penyelidikan polisi justru mengungkap fakta berbeda.

Pada 8 Oktober, polisi memastikan lokasi tersebut bukan kuburan manusia, melainkan hamparan bunga berisi sisa-sisa hewan. Petugas tidak menemukan batu nisan, guci, ataupun benda lain yang berkaitan dengan pemakaman. Fragmen tulang di lokasi itu berasal dari hewan ternak atau unggas, sementara gigi yang ditemukan teridentifikasi sebagai gigi ikan.

Polisi kemudian memeriksa catatan kematian dan mewawancarai sejumlah warga untuk memastikan kebenaran cerita tentang anak laki-laki yang disebut dimakamkan di atap perumahan. Dari hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan cerita tersebut merupakan rumor yang berasal dari seorang tetangga berusia 73 tahun bernama Liu. Motif Liu menyebarkan cerita itu masih belum jelas, dan ia pun menerima sanksi administratif atas perbuatannya.

Berdasarkan hukum China, penyebaran rumor dapat dikenai hukuman penahanan hingga 10 hari dan denda 500 yuan atau sekitar US$75. Dalam kasus serius yang mengganggu ketertiban umum, pelaku dapat menghadapi hukuman penjara hingga tujuh tahun. Kasus ini memicu peringatan dari sejumlah pengguna media sosial agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi sensasional yang belum terbukti kebenarannya.

"Baik didorong oleh dendam pribadi atau keinginan untuk menarik perhatian, menyebarkan rumor adalah tindakan bodoh dan memalukan," tulis seorang pengguna daring. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya pada cerita yang menyerupai legenda urban atau ikut menyebarkan informasi keliru dengan menambahkan klaim yang belum terverifikasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User