Asap Karhutla Indonesia Menyebar ke Timor Leste, Sekolah Ditutup Tiga Hari
Kabut asap karhutla Indonesia meluas hingga Timor Leste, memaksa penutupan sekolah selama tiga hari. Menlu menyebut Presiden Prabowo setuju menerima bantuan negara lain melalui mekanisme ASEAN. Sementara itu, jubir baru Trump, Katie Zacharia, menuai sorotan usai blunder di konferensi pers perdananya.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kian meluas hingga ke Timor Leste. Pemerintah setempat memutuskan menutup seluruh aktivitas sekolah selama tiga hari mulai Kamis (15/10) demi melindungi kesehatan siswa dan guru dari buruknya kualitas udara.
Kementerian Pendidikan dan Kementerian Administrasi Negara Timor Leste menyatakan penutupan sekolah secara nasional merupakan langkah preventif. "Penutupan sekolah secara nasional adalah langkah preventif untuk melindungi kesehatan siswa, guru, dan anggota komunitas pendidikan lainnya, mengingat kondisi kualitas udara saat ini," demikian pernyataan kementerian tersebut pada Rabu (14/10), seperti dikutip AFP.
Asap lintas batas dari karhutla Indonesia sebelumnya telah menyebar ke sejumlah negara tetangga, termasuk Singapura, Malaysia, dan Filipina. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kawasan ASEAN.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir (Tata) mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui tawaran bantuan dari negara lain untuk mengatasi karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. "Bapak Presiden (Prabowo) juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya, dan juga ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis, ya. Jadi ini kan level teknisnya adalah BNPB," kata Tata.
Tata menambahkan, negara anggota ASEAN memiliki mekanisme penanganan kabut lintas batas melalui ASEAN Coordination Center for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THP). Sejak Agustus, Sekretariat ASEAN yang bertindak sebagai kantor interim ACC THP telah menetapkan status siaga 3 terkait kabut lintas batas di Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia juga disebut menaruh perhatian pada negara-negara kawasan yang terdampak karhutla.
Sementara itu, dari Washington, Sekretaris Pers Gedung Putih yang baru, Katie Zacharia, menjadi sorotan publik setelah blunder pada hari pertamanya berbicara dalam konferensi pers. Blunder tersebut terjadi ketika ia menggunakan frasa yang merujuk pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyebut soal suaminya.
Publik dan wartawan turut menyoroti sikap tegang Zacharia selama berbicara, serta batasan waktu yang ditetapkannya kepada jurnalis. Wartawan hanya diberi waktu lima menit untuk bertanya, dan jumpa pers itu sendiri berlangsung hanya 14 menit. Zacharia juga tampak kaku dan banyak menggunakan teks saat menyampaikan pernyataan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)