Arab Saudi Tuding Iran Dalangi Serangan Houthi ke Riyadh, 13 Orang Tewas

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menuduh Iran mempersenjatai dan melatih milisi Houthi yang terus menyerang Riyadh. Serangan terbaru di Bandara Internasional King Khalid menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Saudi mengaku sempat menawarkan perundingan di Oman, namun ditolak Houthi.

Oct 16, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Arab Saudi Tuding Iran Dalangi Serangan Houthi ke Riyadh, 13 Orang Tewas
Arab Saudi Tuding Iran Dalangi Serangan Houthi ke Riyadh, 13 Orang Tewas

Arab Saudi melontarkan tuduhan keras terhadap Iran terkait serangan yang terus dilancarkan kelompok milisi Houthi ke wilayahnya. Kementerian Luar Negeri Saudi menilai Teheran berada di balik eskalasi konflik yang memanas belakangan ini.

Wakil Menteri untuk Diplomasi Publik Saudi, Rayed Krimly, menyatakan Iran tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga mempersenjatai dan melatih anggota Houthi. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi, yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," ujar Krimly dalam jumpa pers virtual pada Kamis (15/10), seperti dikutip AFP.

Krimly menegaskan bahwa eskalasi serangan Houthi saat ini didorong oleh Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah gencarnya serangan kelompok tersebut terhadap sejumlah target di Arab Saudi.

Serangan paling mematikan terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada akhir pekan lalu. Insiden itu tercatat sebagai yang terburuk di Saudi dalam lebih dari satu dekade, dengan 13 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka. Korban disebut mencakup jemaah umrah dan warga asing.

Menurut Krimly, pihaknya telah berupaya membuka jalur komunikasi saat konflik mulai memanas. Arab Saudi mengusulkan Oman sebagai tuan rumah pembicaraan, namun tawaran itu ditolak oleh Houthi.

"Pada awal eskalasi, kami meminta mereka untuk bertemu di Muscat, Oman, tapi mereka menolak," kata Krimly. Ia menambahkan bahwa komunikasi terakhir terjadi beberapa minggu lalu.

Konflik antara Arab Saudi dan Houthi berakar pada intervensi Riyadh dalam perang saudara Yaman pada 2015 untuk mendukung pemerintah setempat. Kedua pihak sempat mencapai gencatan senjata pada 2022 berkat mediasi PBB, tetapi ketegangan kembali meletus setelah insiden di bandara Sanaa, Yaman, pada 13 Juli lalu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User