BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 13 Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang Jumat Ini
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk 15-17 Oktober 2026. Sebanyak 13 wilayah berpotensi hujan sedang hingga sangat lebat, sementara empat provinsi lainnya berpotensi dilanda angin kencang. Meski sebagian besar zona musim masih kemarau, dinamika atmosfer seperti MJO dan Gelombang Kelvin tetap memicu potensi hujan lokal signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 15 hingga 17 Oktober 2026. Dalam peringatan tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang pada Jumat (16/10).
BMKG mencatat ada sepuluh provinsi yang berstatus Waspada karena berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Sementara itu, tiga wilayah lain berstatus Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Kepulauan Bangka Belitung, Papua Barat Daya, dan Papua. BMKG memastikan tidak ada wilayah yang berstatus Awas pada hari ini.
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk empat provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Di sisi lain, BMKG menjelaskan bahwa sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Hanya sekitar 8 persen ZOM yang telah memasuki musim hujan. Kondisi ini berpotensi memperpanjang kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah yang masih minim hujan, seperti Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.
Meski curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, BMKG menegaskan peluang hujan tetap ada. Dinamika atmosfer yang aktif dapat mendukung pembentukan awan hujan dalam waktu relatif singkat.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif di sebagian Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Sementara Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian Sumatra Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Kalimantan, pesisir selatan Jawa, sebagian besar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Selain itu, pola pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua turut mendukung pemusatan massa udara serta pembentukan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitar juga membantu menyediakan uap air di atmosfer.
"Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang secara lokal," tulis BMKG dalam prakiraan cuaca sepekan periode 16-22 Oktober 2026.
BMKG menambahkan bahwa kondisi cuaca kering dalam skala dasarian atau periode sepuluh harian tidak menutup peluang hujan pada skala harian. Hujan signifikan tetap dapat terjadi di wilayah yang mendapat dukungan dinamika atmosfer regional maupun lokal.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)