Gol Langka dan Kursi Cadangan: Masa Depan Vinicius di Madrid Kian Tak Pasti

Ketajaman Vinicius Junior menurun drastis musim ini dengan hanya satu gol dan tiga assist dalam sembilan laga. Jose Mourinho tak segan mencadangkannya, termasuk saat melawan AS Roma. Kontraknya hingga 2032 dan gaji tinggi tak menjamin posisi starter, terlebih persaingan lini depan Madrid semakin ketat.

Oct 16, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Gol Langka dan Kursi Cadangan: Masa Depan Vinicius di Madrid Kian Tak Pasti
Gol Langka dan Kursi Cadangan: Masa Depan Vinicius di Madrid Kian Tak Pasti

Posisi Vinicius Junior di starting eleven Real Madrid semakin tidak aman. Penurunan ketajaman membuat Jose Mourinho tak ragu menariknya keluar atau memarkirnya di bangku cadangan. Puncaknya terjadi saat Madrid bertandang ke markas AS Roma di Stadio Olimpico, Kamis (15/10) dini hari WIB. Vinicius ditarik keluar tanpa gol maupun assist.

Selama sekitar satu jam di lapangan, pemain berusia 26 tahun itu gagal menciptakan peluang, tidak melepaskan tembakan ke gawang, dan tidak mencatatkan satu pun dribel sukses. Kesalahannya kehilangan bola saat mencoba tipuan tumit berujung pada gol Donyell Malen yang membuat Roma unggul 3-1. Vinicius pun meluapkan kekesalan dengan membanting gelang keringat ke tanah. Ia dilaporkan sempat bertanya, "Mengapa dia [Mourinho] mengeluarkan saya?", sebelum ditenangkan staf pelatih.

Keputusan Mourinho justru berbuah manis. Arda Guler dan Endrick masuk sekitar menit ke-59, lalu tiga gol dalam tujuh menit terakhir melalui Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger memastikan kemenangan 4-3 bagi Los Merengues. Usai laga, Mourinho mengaku tidak menyukai gestur Vinicius tetapi memahami frustrasinya. Ia juga tenang karena Yan Diomande memberi assist untuk gol Kylian Mbappe saat Vinicius masih di lapangan.

Musim ini, Vinicius baru mengemas satu gol dan tiga assist dalam sembilan pertandingan. Di La Liga, 585 menit bermainnya hanya menghasilkan satu gol, yakni ke gawang Real Sociedad. Dalam laga itu pula ia sempat disoraki sebagian suporter pada babak pertama. Siulan cemooh kembali terdengar saat ia ditarik pada menit ke-87 kontra Inter Milan. Mourinho memeluknya di pinggir lapangan dan menyebut Vinicius yang sering menjadi penentu musim lalu belum kembali, tetapi akan datang.

Lawan Villarreal, Mourinho mencadangkan Vinicius dan memasang Yan Diomande di sayap kiri. Vinicius masuk di babak kedua, golnya dianulir VAR, lalu ia diusir wasit karena menjambak rambut Nathan Saliba. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menjatuhkan skorsing empat laga Liga Spanyol, sehingga ia absen melawan Sevilla, Barcelona, Racing Santander, dan Valencia. Upaya Madrid meringankan hukuman tak membuahkan hasil. Vini baru bisa kembali saat melawan Celta Vigo.

Mourinho sempat menyebut pencadangan lawan Villarreal sebagai cara melindungi Vinicius setelah laga kontra Atletico yang ia mulai sebagai starter. Namun di Roma, perlindungan itu berubah menjadi keputusan tegas menariknya saat Madrid sedang tertinggal. Rentetan masalah ini memunculkan pertanyaan lama: apakah Vinicius hanya sedang terpuruk, atau ketajamannya memang mulai menghilang sejak kedatangan Mbappe?

Vinicius pernah mencapai puncak bersama Karim Benzema pada 2021/2022 dengan 22 gol dan 16 assist di semua ajang. Tanpa Benzema, ia mencetak 24 gol dan 9 assist dari 39 laga pada 2023/2024, termasuk gol di final Liga Champions. Persoalan mulai terasa saat Mbappe tiba pada 2024/2025. Vinicius hanya mengemas enam gol dan lima assist sejak awal 2025, meski akhirnya menutup musim dengan 22 gol dan 16 assist. Keduanya sama-sama nyaman bermain dari sisi kiri, memicu benturan posisi.

Grafik Vinicius sempat naik-turun musim lalu dengan tujuh gol dan delapan assist dari 33 laga di era Xabi Alonso. Ia bangkit di bawah Alvaro Arbeloa dan menutup musim dengan 22 gol serta 11 assist dari 59 pertandingan. Karena itu, anjloknya performa musim ini terasa mencolok. Madrid pun belum sepenuhnya meyakinkan di bawah Mourinho, dengan 18 gol per akhir September dan tujuh di antaranya lahir dari aksi Mbappe.

Di atas kertas, masa depan Vinicius aman karena kontraknya berlaku sampai Juni 2032 dengan gaji sekitar 24-25 juta euro (Rp495-516 miliar) per musim, naik dari sekitar 17 juta euro (Rp351 miliar). Ironisnya, performanya justru menurun setelah kontrak baru. Sebelum perpanjangan, Arsenal sempat dikabarkan memantau. Kini Madrid memegang kendali penuh. Persaingan lini depan makin ketat dengan Diomande, Endrick, Espi, dan Guler. El Clasico di Camp Nou, 25 Oktober waktu setempat, akan berlangsung tanpa Vinicius, lalu Leipzig dan AEK menjadi panggung penebusan di Liga Champions. Masa depannya mungkin belum habis, tetapi posisi utamanya perlahan terkikis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User