Tuding Pemilu Rusia Curang, Dua Warga Ini Ditangkap lalu Disiksa dan Disetrum
Dua warga Rusia, aktivis lingkungan Dmitry Morozov dan pakar politik Alexander Kynev, ditangkap atas tuduhan narkoba setelah terbuka menuding kecurangan pemilihan parlemen September lalu yang dimenangkan Partai Rusia Bersatu pendukung Putin. Morozov mengaku dipukuli, disetrum, dan digantung terbalik, sementara Kynev tampil di pengadilan dengan kaki bergips dan ancaman 20 tahun penjara.
Dua warga Rusia harus mendekam di balik jeruji setelah secara terbuka menuding adanya kecurangan dalam pemilihan parlemen September lalu. Keduanya adalah aktivis lingkungan Dmitry Morozov dan pakar politik Alexander Kynev, yang ditangkap dengan tuduhan narkoba tak lama setelah menyuarakan kecurigaan terhadap hasil pemilu.
Pemilihan parlemen atau State Duma pada September lalu dimenangkan oleh Partai Rusia Bersatu yang didukung Presiden Vladimir Putin. Pemerintah Rusia menyebut hasil itu menunjukkan tingkat kohesi yang luar biasa di sekitar Putin, meski negara tengah menghadapi tantangan ekonomi akibat perang dan sanksi Barat.
Menurut laporan AFP, Morozov mengunggah sejumlah video di Telegram usai pemilu yang menuding bahwa pemilihan telah dicuri untuk menguntungkan Partai Rusia Bersatu. Tak berselang lama, agen dinas keamanan FSB Rusia menggeledah apartemen orang tua Morozov di Izhevsk dan mengaku menemukan 1,38 gram narkoba sintetis.
Kekasih Morozov, Bagina, mengungkapkan bahwa saat penangkapan, Morozov dipukuli, disetrum di wajah, tulang rusuk, dan kakinya, serta digantung terbalik dengan kaki diborgol. Setelah disiksa dalam waktu lama, ia terus ditendang. Polisi disebut berupaya memaksanya mengaku dengan tuduhan telah memberikan dana kepada Ukraina.
Pengacara Morozov, Denis Varlamov, menilai ada kejanggalan dalam penangkapan kliennya. Menurutnya, terdakwa kasus narkoba serupa umumnya hanya dijatuhi hukuman percobaan. Namun karena ada unsur politik, Morozov langsung ditahan tanpa pemeriksaan atau diskusi apa pun.
Hal serupa dialami Kynev. Pakar politik itu sempat menuduh perolehan suara dan pemilih Partai Rusia Bersatu jauh lebih rendah daripada yang diumumkan resmi. Pada hari yang sama, ia menulis di media sosial bahwa dirinya sangat lelah setelah empat bulan memantau kampanye secara intensif. Dua hari kemudian, Kynev ditangkap di Moskow dan dituduh melakukan perdagangan narkoba berskala besar dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
Kynev juga mengaku dipukuli polisi saat penangkapan. Ia sempat tampil melalui konferensi video di pengadilan Moskow dengan kaki dibalut gips dan mengaku menderita patah tulang ganda. Ia ditahan di sel berisi 35 orang, dengan toilet hanya berupa lubang di lantai.
Pengacara Kynev, Mikhail Biryukov, menyebut kondisi itu mustahil digunakan bagi seseorang yang memakai gips dari pinggul hingga ujung jari kakinya. Kelompok hak asasi manusia setempat mencatat setidaknya 20 penangkapan selama periode pemilihan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)