Tony Fernandes Kritik Makanan Singapore Airlines, Sebut Menu Santan AirAsia Jauh Lebih Enak
CEO AirAsia Tony Fernandes mengkritik kualitas makanan Singapore Airlines melalui unggahan Instagram, menyebut menu Santan milik AirAsia jauh lebih baik. Meski demikian, ia tetap memuji pelayanan dan koneksi internet Singapore Airlines. Unggahannya memicu beragam reaksi warganet, dari yang setuju hingga menilai sebagai strategi pemasaran.
Pengusaha sekaligus CEO AirAsia, Tony Fernandes, kembali menjadi sorotan setelah mengunggah pengalaman terbangnya bersama Singapore Airlines di akun Instagram resminya, @tonyfernandes, pada Jumat (2/10) waktu setempat. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku harus menggunakan maskapai pesaing karena tidak mendapatkan tiket AirAsia untuk jadwal penerbangan yang ia butuhkan.
Meski terbang dengan maskapai full-service ternama asal Singapura itu, Tony justru melontarkan kritik pedas terhadap kualitas hidangan yang disajikan di atas pesawat. Menurutnya, makanan Singapore Airlines tergolong mengecewakan dan jauh di bawah standar yang ia harapkan.
"Makanannya buruk. (Menu) @santan.asean jauh lebih baik dan kru mereka pun mengakuinya. Penerbangan yang hebat, tetapi kami (AirAsia) tidak jauh tertinggal," tulis Tony dalam unggahannya.
Santan sendiri merupakan merek kuliner khas AirAsia yang dikenal menyajikan beragam hidangan khas Asia Tenggara, salah satunya Nasi Lemak Pak Nasser. Tony menegaskan bahwa dari segi cita rasa, menu Santan milik maskapainya masih lebih unggul dibandingkan hidangan yang disajikan maskapai kelas dunia tersebut.
Dalam unggahan itu, Tony juga melampirkan foto tampilan menu makanan yang disajikan di Singapore Airlines. Berdasarkan pantauan, tidak diketahui secara pasti menu apa yang disajikan kepada bos AirAsia tersebut. Namun, tampilannya terlihat seperti mie goreng lebar dengan potongan ayam berwarna kecoklatan, disertai kuah kental dan tambahan sawi hijau.
Pernyataan berani Tony Fernandes ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menyetujui bahwa kelezatan menu Santan milik AirAsia memang sulit ditandingi. Sementara yang lain menilai komentar tersebut sebagai bagian dari strategi pemasaran yang cerdik dan khas dari sang bos maskapai.
Meski mengkritik soal makanan, Tony tidak menutup mata terhadap keunggulan Singapore Airlines. Ia justru memberikan pujian tinggi pada beberapa aspek layanan maskapai tersebut.
"Baru saja terbang dengan Singapore Airlines karena tidak bisa mendapatkan penerbangan AirAsia. Pelayanannya sangat bagus dan koneksi internetnya luar biasa," ungkap Tony.
Unggahan ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial, memperlihatkan sisi lain persaingan industri penerbangan yang tidak hanya soal harga tiket, tetapi juga pengalaman kuliner di udara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)