Dolar AS Perkasa 18 Bulan, Rupiah Terpuruk ke Rp17.917 Sore Ini

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Senin (5/10) sore. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan indeks dolar AS ke level tertinggi dalam 18 bulan, yang didorong oleh pelemahan euro akibat kekhawatiran fiskal pemerintah Eropa serta kenaikan harga minyak dunia.

Oct 05, 2026 - 09:50
Updated: 20 hours ago
0 0
Dolar AS Perkasa 18 Bulan, Rupiah Terpuruk ke Rp17.917 Sore Ini
Dolar AS Perkasa 18 Bulan, Rupiah Terpuruk ke Rp17.917 Sore Ini

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (5/10). Mata uang Garuda berada di level Rp17.917 per dolar AS, melemah 35 poin atau 0,20 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi. Beberapa mata uang kawasan tercatat menguat, seperti yuan China yang naik 0,02 persen, yen Jepang 0,05 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.

Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia lainnya justru melemah. Peso Filipina turun 0,14 persen, ringgit Malaysia melemah 0,09 persen, dolar Singapura turun 0,14 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,023 persen.

Di kelompok mata uang utama negara maju, euro Eropa mencatat pelemahan terdalam dengan turun 0,46 persen. Poundsterling Inggris melemah 0,05 persen dan franc Swiss turun 0,05 persen. Sementara itu, dolar Australia menguat 0,10 persen dan dolar Kanada naik 0,01 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terjadi seiring dengan penguatan dolar AS. Menurutnya, indeks dolar AS telah menembus level tertinggi dalam 18 bulan terakhir.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, tertekan oleh kenaikan indeks dolar AS ke level tertinggi dalam 18 bulan yang didukung oleh pelemahan euro akibat kekhawatiran fiskal pemerintah Eropa serta kenaikan harga minyak dunia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/10).

Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah Eropa menjadi salah satu faktor yang menekan mata uang euro, sehingga memberikan ruang bagi dolar AS untuk terus menguat. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut memperkuat posisi dolar AS di pasar global.

Dengan posisi ini, rupiah masih menghadapi tekanan eksternal yang cukup besar. Pergerakan nilai tukar ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika indeks dolar AS serta perkembangan ekonomi global, terutama di kawasan Eropa dan harga komoditas energi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User