Demo Besar Pelajar Prancis dan Uji Coba Rudal AI Korea Utara Warnai Kilas Internasional
Ribuan pelajar di sekitar 1.200 sekolah di Prancis menggelar demonstrasi selama sepekan, memblokade sekolah dan bentrok dengan polisi. Lebih dari 5.000 orang ditangkap dan 735 lembaga pendidikan terdampak. Sementara itu, Korea Utara mengklaim telah menguji rudal strategis jarak menengah berteknologi AI yang disebut mustahil dihindari. Arab Saudi juga dikabarkan berencana menyerang Houthi untuk mengamankan Laut Merah.
Prancis dilanda gelombang demonstrasi besar yang melibatkan ribuan pelajar dari sekitar 1.200 sekolah selama sepekan terakhir. Aksi protes ini dipicu oleh kemarahan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekolah menengah atas (lycee) di seluruh negeri.
Para pelajar turun ke jalan dan memblokade pintu masuk sekolah. Di beberapa kota, bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan tidak terhindarkan. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, lebih dari 5.000 orang telah ditangkap sejak demonstrasi dimulai pada Senin. Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyatakan sekitar 735 lembaga pendidikan terdampak akibat aksi protes tersebut.
Salah satu keluhan utama para demonstran adalah kekurangan guru dan tenaga pendukung di sekolah-sekolah di seluruh Prancis. Persoalan ini menjadi pemicu utama kemarahan pelajar yang berujung pada aksi demo besar-besaran.
Di belahan dunia lain, Korea Utara mengklaim telah melakukan uji coba rudal strategis jarak menengah yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Sabtu (3/10). Pernyataan ini muncul setelah Korea Selatan melaporkan bahwa Korut telah meluncurkan sebuah rudal balistik.
Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengonfirmasi bahwa rudal yang ditembakkan pagi itu adalah rudal strategis jarak menengah. Namun, ia tidak merinci bagaimana teknologi AI digunakan dalam rudal tersebut.
Kim Yo Jong hanya mengeklaim bahwa teknologi ini membuat serangan rudal tersebut mustahil untuk dihindari. Ia juga menyebut Kim Jong Un meyakini tidak ada negara di dunia yang mampu menguasai teknologi semacam ini, setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Arab Saudi dikabarkan berencana menyerang milisi Houthi untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah. Enam sumber dari Timur Tengah dan negara Barat menyatakan operasi itu akan dipimpin pasukan pemerintah Yaman dan diawasi pasukan Saudi.
Serangan tersebut diperkirakan akan diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang. Salah satu tujuan utamanya adalah memukul mundur Houthi yang bulan lalu berhasil maju menyusuri pantai dan merebut kendali Selat Bab el Mandeb.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)