BGN Aktifkan 480 Dapur MBG Baru di Wilayah 3T dan Rawan Stunting, Total Kini Capai 27.022 Unit
Badan Gizi Nasional resmi mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi Indonesia timur. Langkah ini menjadikan total dapur Makanan Bergizi Gratis nasional mencapai 27.022 unit, dengan prioritas wilayah 3T dan daerah rawan stunting. Dapur baru akan beroperasi bertahap dalam tiga hingga empat minggu setelah aktivasi.
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi di kawasan Indonesia timur pada Jumat (2/10). Dengan penambahan ini, total dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Tanah Air kini mencapai 27.022 unit.
Ratusan SPPG yang baru diaktivasi tersebut menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan angka kemunculan stunting yang tinggi. Peresmian ini sekaligus menandai berlanjutnya proses aktivasi dapur SPPG yang sebelumnya sempat melewati masa moratorium.
Dari total 480 SPPG yang diaktivasi, BGN merinci sebanyak 211 unit merupakan mitra mandiri, sedangkan 269 unit lainnya tergolong SPPG terpencil. Sebaran dapur MBG tersebut meliputi Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, dan Papua Barat. Selain itu, terdapat pula di Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa aktivasi SPPG diarahkan pada wilayah yang membutuhkan layanan pemenuhan gizi, termasuk daerah dengan tingkat stunting tinggi dan wilayah yang belum menerima layanan MBG. Meski telah diaktivasi, dapur SPPG tidak langsung melayani seluruh penerima manfaat. BGN akan menjalankan sejumlah tahapan, mulai dari pelatihan penjamah makanan hingga penambahan jumlah penerima manfaat secara bertahap.
"Tahapan-tahapan ini akan langsung dimulai di tanggal 2 itu, dan kemudian dapur-dapur itu siap beroperasi pada tiga atau empat minggu setelah dilakukan aktivasi di tanggal 2," ujar Sudaryono dalam keterangan di akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Selasa (29/9).
Setelah aktivasi tersebut, BGN akan melanjutkan pembukaan dapur SPPG secara bertahap di wilayah lain. Prioritas diberikan kepada kawasan 3T, daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi, serta wilayah yang banyak menerima aduan mengenai sekolah yang belum mendapatkan layanan MBG, khususnya daerah yang jauh dari ibu kota.
BGN menegaskan perluasan layanan pemenuhan gizi melalui SPPG tidak akan berhenti pada 480 unit yang baru diaktivasi. Pembukaan dapur baru akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, Bali, Sumatra, serta daerah lain yang anak-anaknya membutuhkan kehadiran program pemenuhan gizi berkualitas.
"Ke depannya, perluasan layanan tidak berhenti di sini saja. BGN akan terus membuka dapur-dapur baru secara bertahap di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan, Bali, Sumatra serta daerah-daerah lain yang anak-anaknya membutuhkan kehadiran program pemenuhan gizi berkualitas," tulis BGN dalam unggahan Instagram @badangizinasional.ri, Minggu (4/10).
BGN menyatakan seluruh langkah strategis ini merupakan respons nyata atas tingginya aspirasi dan masukan dari masyarakat, sekolah, mitra, hingga para kader di lapangan. BGN pun mengajak masyarakat untuk turut mengawal pelaksanaan program pemenuhan gizi tersebut demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)