Sang Hyang Seri Akhirnya Cetak Laba, Dirut Beberkan Lima Fondasi Penyehatan
PT Sang Hyang Seri (SHS) berhasil membukukan laba positif dan EBITDA pada 2025 setelah terpuruk pada 2022. Direktur Utama Adhi Cahyono mengungkapkan laba kotor bisnis benih melon naik lebih dari 300 persen, namun laba bersih masih ditopang divestasi dan restrukturisasi. Manajemen membenahi lima fondasi utama, termasuk pengelolaan 3.200 hektare lahan Sukamandi dan program One Day Payment.
PT Sang Hyang Seri (SHS), BUMN produsen benih, mencatatkan laba positif dan EBITDA pada 2025. Capaian ini menjadi titik balik setelah perusahaan mengalami tekanan finansial pada 2022. Direktur Utama SHS Adhi Cahyono menyampaikan bahwa kontribusi laba kotor dari bisnis benih melon melonjak lebih dari 300 persen pada 2025 dibandingkan 2024. Hingga Agustus 2026, kontribusi tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dari capaian setahun penuh 2025, sementara EBITDA dan laba bersih tetap berada di wilayah positif.
Adhi menjelaskan bahwa titik balik ini terjadi setelah pendapatan perusahaan sempat anjlok lebih dari 30 persen dan rugi bersih membengkak sekitar 67 persen pada 2022. Pada 2023, rugi bersih berhasil ditekan hingga menyusut sekitar 73 persen. Namun, tekanan kembali muncul pada 2024 akibat kebijakan refocusing yang menekan pendapatan kegiatan noninti dan keterbatasan modal kerja, meski rugi bersih tercatat masih 44 persen lebih rendah dari titik awal 2022.
Meski menorehkan capaian positif pada 2025, Adhi menilai capaian tersebut perlu dibaca secara cermat. Menurutnya, laba bersih perusahaan tidak seluruhnya berasal dari operasi berulang, melainkan turut ditopang oleh sumbangan besar dari langkah divestasi dan restrukturisasi, sedangkan arus kas operasi masih berstatus negatif. Hal ini menandakan SHS baru berada pada tahap perbaikan awal profitabilitas.
"Pekerjaan berikutnya adalah menjadikan titik balik itu arus kas yang sehat, utilisasi aset yang lebih tinggi, dan laba berulang dari bisnis inti," ujar Adhi.
Guna mencapai target penyehatan tersebut, manajemen telah membenahi lima fondasi utama perusahaan. Pertama, aset strategis. SHS memulihkan penguasaan dan pengelolaan 3.200 hektare lahan di Sukamandi. Lahan tersebut dikembalikan fungsinya sebagai pusat produksi benih, riset, dan demonstrasi teknologi dengan potensi hasil mencapai 27 ribu ton per tahun.
Kedua, kemitraan petani. SHS menerapkan program One Day Payment untuk memastikan kecepatan pembayaran kepada mitra petani. Langkah ini krusial untuk memulihkan kepercayaan yang menopang kesinambungan pasokan dan mutu produksi benih. "Program One Day Payment diterapkan agar pembayaran kepada petani berlangsung cepat dan pasti," ujar Adhi.
Ketiga, fokus bisnis. SHS melakukan refocusing portofolio dari kegiatan noninti agar kembali bertumpu pada bisnis utama produksi benih sekaligus memperkuat penetrasi pasar. Keempat, organisasi dan data. SHS menyederhanakan struktur organisasi, memperbaiki prosedur operasi standar (SOP), serta melakukan digitalisasi. Pembenahan ini sukses memangkas biaya pegawai hingga sekitar 40 persen dan menguatkan kontrol internal.
Kelima, neraca dan modal kerja. SHS merestrukturisasi kewajiban utang lama dan mendivestasi aset noninti untuk membuka kembali ruang modal kerja bagi operasional bisnis inti.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)