Anggaran Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Masih Ditata, Suahasil Ungkap Peran Bahlil dari Kementerian ESDM
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan anggaran operasional Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang baru dibentuk masih dalam proses penataan, termasuk penentuan bagian anggaran dan tata kelolanya. Ia menyebut Bahlil Lahadalia, yang merangkap Menko dan Menteri ESDM, menangani anggaran tersebut dari Kementerian ESDM.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara angkat bicara mengenai anggaran Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, kementerian baru yang dibentuk pemerintah dan akan dipimpin Bahlil Lahadalia. Menurut Suahasil, anggaran operasional kementerian tersebut akan mulai disiapkan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Suahasil menjelaskan bahwa penataan anggaran Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi masih berjalan, mencakup penentuan bagian anggaran (BA), tata kelola, hingga administrasi anggarannya. "Kan ya pasti harus mulai, kalau sudah ada kantor Kemenko-nya, sudah ada anggarannya, sudah ada biaya operasionalnya ya harus dilengkapi," ujar Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Senin (5/10).
Ia menambahkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menangani anggaran tersebut dari Kementerian ESDM. "Oh, Pak Bahlil menangani anggaran dengan sangat baik, dari Kementerian ESDM," kata Suahasil.
Suahasil menuturkan penataan anggaran diperlukan setelah struktur kemenko baru terbentuk. Pemerintah masih menentukan bagaimana anggaran itu akan ditempatkan dan dikelola dalam struktur kementerian. "Tinggal nanti kan kita bikin apakah namanya bagian anggaran, tata kelolanya, administrasinya, bagian anggarannya, BA-nya berapa, dan seterusnya, itu dalam proses kita buat," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Kemenko tersebut merupakan nomenklatur baru dalam struktur pemerintahan. Pelantikan Bahlil berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Selain menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil tetap menjabat Menteri ESDM.
Bahlil sebelumnya mengatakan dirinya mendapat arahan untuk merangkap kedua jabatan tersebut. Ia menerima telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelum pelantikan. "Amanah dari Bapak Presiden untuk bangsa dan negara. Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab (Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya), untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden," ujar Bahlil sebelum masuk ke Istana.
Bahlil pertama kali dilantik sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024, menggantikan Arifin Tasrif untuk sisa masa jabatan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Pada Kabinet Merah Putih, ia kembali dilantik Prabowo sebagai Menteri ESDM pada 21 Oktober 2024 untuk periode 2024-2029.
Selain Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, pemerintah juga menyiapkan lembaga baru di bidang reforma agraria, yakni Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) atau Lembaga Penyelenggara Reforma Agraria (LPRA). BRAN/LPRA akan dibentuk sebagai tindak lanjut setelah Rancangan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria disahkan menjadi undang-undang. Lembaga tersebut direncanakan menangani pelaksanaan reforma agraria secara nasional, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan, serta berperan membantu penyelesaian konflik agraria dan berada langsung di bawah Presiden.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)