Investasi Rp3,5 Triliun Proyek Data Center AI di Jatiluhur Dihentikan Sementara, Dedi Mulyadi Ungkap Penyebabnya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara proyek pusat data AI BDx Data Centers di Jatiluhur, Purwakarta, senilai Rp3,5 triliun. Proyek CGK4 berkapasitas 640 MW itu dinilai belum mengantongi IMB dan Amdal. Dedi menegaskan penghentian demi penegakan aturan dan perlindungan warga, termasuk akses air.

Oct 05, 2026 - 12:02
Updated: 17 hours ago
0 0
Investasi Rp3,5 Triliun Proyek Data Center AI di Jatiluhur Dihentikan Sementara, Dedi Mulyadi Ungkap Penyebabnya
Investasi Rp3,5 Triliun Proyek Data Center AI di Jatiluhur Dihentikan Sementara, Dedi Mulyadi Ungkap Penyebabnya

Proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Centers di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi perhatian publik setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunannya. Proyek bernama AI Campus 2 atau CGK4 itu memiliki nilai investasi mencapai Rp3,5 triliun dan dirancang sebagai kawasan data center berkapasitas hingga 640 megawatt (MW) yang dibangun bertahap selama sekitar tiga tahun.

Sebelum dihentikan, proyek tersebut telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 22 September 2026. BDx Data Center, mengutip keterangan resminya di PR Newswire, menyatakan proyek CGK4 mendapat dukungan kapasitas listrik sebesar 845 megavolt ampere (MVA) dari PT PLN (Persero). Kapasitas itu bagian dari lebih dari 1,2 gigavolt ampere (GVA) daya yang telah diamankan BDx untuk sejumlah kampus data center berbasis AI di Indonesia.

Pembangunan tahap awal dimulai dari gedung pertama dari enam gedung yang direncanakan. Gedung pertama akan memiliki kapasitas teknologi informasi (IT) sebesar 120 MW dan dikembangkan secara bertahap. Fase pertama gedung tersebut telah dikontrak dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. BDx menyebut seluruh bangunan di CGK4 akan dioperasikan bertahap untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI berkapasitas tinggi.

Fasilitas ini juga dirancang menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling yang mampu mendukung kepadatan daya hingga 500 kilowatt (kW) per rak. Teknologi tersebut digunakan untuk menangani kebutuhan pendinginan perangkat komputasi AI yang memiliki kepadatan daya tinggi. CGK4 telah memperoleh sertifikasi dalam program NVIDIA DGX-Ready Colocation Data Center pada April 2025 dan berlokasi sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur. Perusahaan mengklaim proyek ini telah menarik minat sejumlah hyperscaler, perusahaan teknologi global, penyedia cloud berbasis AI, serta perusahaan yang membutuhkan kapasitas komputasi AI.

Meski demikian, Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan dihentikan sementara sebagai bentuk penegakan aturan dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. "Ketika saya tanya kemarin, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum keluar. Amdalnya sudah keluar belum? Belum. Ya saya bilang jangan dulu dilaksanakan (pembangunan). Kan izinnya tidak keluar. Kesalahannya di mana? Di Pemda Purwakarta? Bukan. Kesalahannya adalah konsultannya, sampai ketika saya datang belum memasukkan data," ujar KDM di Bandung, Jumat (2/10).

KDM menegaskan Pemprov Jabar telah bersikap objektif terhadap investasi tersebut. Menurutnya, kelayakan proyek akan ditentukan berdasarkan hasil kajian, termasuk dengan melibatkan masukan dari akademisi Universitas Indonesia (UI). "Bagi saya pribadi, kalau secara objektif Amdal lulus, ya tidak ada masalah untuk dilaksanakan. Kalau menurut Amdalnya tidak boleh, ya dihentikan. Tapi satu catatan, warga Purwakarta yang berkorban untuk kepentingan Waduk Jatiluhur harus mendapat akses air. Tidak boleh terganggu," ujarnya.

Persoalan kebutuhan air menjadi perhatian karena sistem pendingin (cooling system) server AI membutuhkan pasokan air. KDM mengatakan kebutuhan tersebut rencananya akan menggunakan alokasi air milik PDAM Kabupaten Purwakarta yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. "PDAM dikasih jatah 3.000 liter per detik. Baru dipakai selama berpuluh-puluh tahun hanya 380 liter per detik, atau baru 11 persen. Berarti ada 89 persen air yang tidak dimanfaatkan. Sekarang dipakai lagi sebanyak 14 persen oleh perusahaan (BDx). Masih kurang atau sisa? Masih sisa. Sederhana," katanya.

Sebelumnya, KDM meninjau langsung lokasi pusat data AI BDx di Jatiluhur pada Selasa (28/7) untuk memastikan investasi itu berdiri di atas lahan yang aman dari ancaman bencana banjir, gempa, maupun aktivitas gunung berapi, serta mengecek kesiapan pasokan air dan listrik operasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User