Demo di Tirana Makin Brutal, Polisi Albania Pakai Peluru Karet untuk Pertama Kali

Unjuk rasa antipemerintah di Tirana, Albania, memasuki hari kelima dan semakin memanas. Polisi menembakkan peluru karet untuk pertama kalinya sejak demonstrasi dimulai. Kepala Kepolisian Nasional Skender Hita menyebut penggunaannya terbatas. Sebanyak 167 orang ditangkap dan 132 polisi luka-luka. Perdana Menteri Edi Rama menolak mundur dan berjanji mendengarkan aspirasi pelajar.

Oct 18, 2026 - 16:02
Updated: 14 hours ago
0
Demo di Tirana Makin Brutal, Polisi Albania Pakai Peluru Karet untuk Pertama Kali
Demo di Tirana Makin Brutal, Polisi Albania Pakai Peluru Karet untuk Pertama Kali

Gelombang unjuk rasa antipemerintah di Tirana, Albania, terus membesar dan berujung bentrokan. Pada Sabtu (17/10), aparat kepolisian menembakkan peluru karet ke arah pengunjuk rasa, menandai penggunaan senjata itu untuk pertama kalinya sejak demonstrasi bergulir. Aksi protes yang menuntut Perdana Menteri Edi Rama mundur itu kini memasuki hari kelima.

Kericuhan bukan hanya terjadi di satu titik. Massa melemparkan batu, bom molotov, dan kembang api ke arah petugas di dekat kantor Rama serta sejumlah lokasi lain di pusat kota Tirana. Polisi membalas dengan gas air mata, meriam air, dan tindakan represif menggunakan tongkat ketika pengunjuk rasa mencoba menerobos barisan pengamanan.

Kepala Kepolisian Nasional Albania Skender Hita mengakui penggunaan peluru karet tersebut. Dalam konferensi pers, ia menyatakan peluru karet dipakai secara terbatas. Menurut laporan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, sembilan pengunjuk rasa dan empat petugas kepolisian menjalani perawatan medis pada Sabtu.

Hita membeberkan bahwa sepanjang lima hari demonstrasi, sebanyak 167 orang telah ditangkap. Di sisi lain, 132 petugas kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka. Tujuh anggota kepolisian juga dinonaktifkan sementara menunggu penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan wewenang.

Gelombang protes ini dipicu meluasnya kemarahan publik terhadap persoalan pendidikan, pengangguran, dan dugaan korupsi. Para pelajar sekolah menengah dan mahasiswa turut bergabung dalam gerakan yang menentang Rama dan Partai Sosialis yang berkuasa sejak 2013, sehingga konfrontasi dengan pemerintah semakin besar.

Di tengah tekanan, Rama melakukan kunjungan ke tempat usaha yang rusak akibat demonstrasi. Ia menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya yang kini memasuki periode keempat. Rama berjanji mendengarkan aspirasi para pelajar dan melindungi hak mereka untuk berunjuk rasa.

Meski demikian, Rama memperingatkan agar tidak ada lagi tindakan perusakan. Ia menuding lawan politiknya dari kubu konservatif sebagai pihak yang memicu kekerasan dalam unjuk rasa tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User