Zulhas Beberkan Alasan Sembalun Dipilih Jadi Sentra Bawang Putih, Produksi Capai 1.050 Ton

Menko Pangan Zulkifli Hasan menilai Sembalun di Lombok Timur, NTB, cocok menjadi sentra bawang putih nasional karena ketinggian wilayah di atas 1.000 mdpl dan iklim mikronya mendukung. Panen raya di kawasan itu mencapai estimasi 1.050 ton dari 105 hektare yang dikelola 287 petani. Langkah ini untuk menekan ketergantungan impor yang masih 90-95 persen.

Oct 18, 2026 - 16:02
Updated: 13 hours ago
0
Zulhas Beberkan Alasan Sembalun Dipilih Jadi Sentra Bawang Putih, Produksi Capai 1.050 Ton
Zulhas Beberkan Alasan Sembalun Dipilih Jadi Sentra Bawang Putih, Produksi Capai 1.050 Ton

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai kawasan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, layak dijadikan sentra bawang putih nasional. Menurut dia, salah satu faktor utamanya adalah ketinggian wilayah Sembalun yang mencapai lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Zulhas menjelaskan, kondisi geografis dan iklim mikro di dataran tinggi Sembalun sangat mendukung siklus pertumbuhan umbi bawang putih berkualitas tinggi. Tanaman bawang putih membutuhkan suhu dingin sekaligus sinar matahari yang cukup, dan kombinasi itu hanya bisa diperoleh di dataran tinggi.

"Secara agroklimat, Sembalun ini memang pas untuk bawang putih. Tanaman ini membutuhkan suhu dingin dan sinar matahari yang cukup, yang hanya bisa didapatkan di dataran tinggi seperti di sini," ujar Zulhas saat menghadiri panen raya di Sembalun.

Penilaian tersebut diperkuat oleh hasil panen raya skala besar di kawasan itu. Produksi bawang putih di Sembalun diperkirakan mencapai 1.050 ton dari luas lahan 105 hektare yang dikelola oleh 287 petani lokal.

Pemilihan Sembalun sebagai pusat pengembangan komoditas ini disebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk menekan ketergantungan pada pasokan impor. Saat ini produksi bawang putih dalam negeri baru berkisar 39.000 hingga 40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Artinya, sekitar 90 hingga 95 persen pasokan nasional masih bergantung pada impor.

Zulhas menyampaikan, NTB ditargetkan memperluas areal penanaman hingga 120 hektare dengan potensi produksi 1.200 ton. Panen diproyeksikan pada November 2026, berbarengan dengan penanaman serentak di 17 provinsi lainnya.

Melalui pengembangan sentra ini, ia berharap Sembalun tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi regional, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap target swasembada pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani lokal.

"Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri. Kita harapkan ini dapat bermanfaat untuk petani," pungkas Zulhas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User