Berhenti Kerja di Perusahaan Ekspedisi, Evi Susanti Kini Layani 2.200 Transaksi BRILink per Bulan
Evi Susanti, mantan karyawan perusahaan ekspedisi, memulai usaha sebagai BRILink Agen Kirana di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, pada 2018. Kini ia melayani lebih dari 2.200 transaksi per bulan dari warga dua desa, bahkan omzetnya melonjak dua kali lipat saat penyaluran bansos. Usahanya berkembang, membuka cabang baru, dan mengantarkannya menunaikan ibadah umrah.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri melalui jaringan BRILink Agen. Salah satu contohnya adalah BRILink Agen Kirana di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang dikelola oleh Evi Susanti. Kehadiran agen ini menjadi perpanjangan tangan BRI untuk mendekatkan akses layanan keuangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pedesaan.
Perjalanan Evi menjadi BRILink Agen dimulai pada 2018. Saat itu ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya di sebuah perusahaan ekspedisi. Di tengah masa transisi, Evi mendapat tawaran dari petugas BRI untuk menjadi BRILink Agen dan memperoleh pendampingan dalam memulai usaha. "Setelah mengundurkan diri, saya belum tahu akan menjalankan usaha apa. Kemudian ada petugas BRI yang datang dan menawarkan untuk menjadi BRILink Agen. Dari sana, saya mulai belajar dan didampingi untuk menjalankan usaha ini. Bahkan mereka juga sudah seperti teman. Kalau butuh bantuan apa pun, Mantri BRI responsnya cepat dan selalu membantu," ujar Evi.
Menjalani peran baru sebagai BRILink Agen, Evi harus mempelajari banyak hal dari awal, mulai dari penggunaan perangkat transaksi hingga pemahaman layanan yang bisa diberikan kepada masyarakat. Seiring bertambahnya pengetahuan, perannya pun semakin besar dalam membantu warga sekitar. Ia tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga aktif mengenalkan berbagai layanan perbankan dan mengajak warga untuk mulai menabung.
Interaksi harian membuat BRILink Agen Kirana semakin dikenal. Warga yang sebelumnya belum memahami layanan perbankan kini berdatangan untuk berbagai kebutuhan, seperti mencairkan bantuan sosial, membayar tagihan, hingga pencairan gaji pekerja perkebunan. "Alhamdulillah, beberapa orang rela menunggu saya buka daripada pergi ke tempat lain. Itu menjadi kebanggaan tersendiri buat saya. Padahal tempat lain sudah buka, tetapi mereka memilih menunggu karena sudah merasa nyaman dengan pelayanan di sini. Sekarang, outlet milik saya telah melayani masyarakat dari dua desa sekaligus, yakni Desa Rejosari dan Desa Negara Ratu yang mencakup puluhan dusun," kata Evi.
Kepercayaan warga menjadi hal yang selalu dijaga Evi. Dalam sebulan, ia melayani lebih dari 2.200 transaksi. Jumlah itu meningkat signifikan hingga dua kali lipat saat periode penyaluran bantuan sosial pemerintah. Ramainya transaksi turut mengubah perjalanan usaha Evi. Selain membuka cabang baru, hasil usahanya juga mengantarkannya menunaikan ibadah umrah.
Manfaat yang dirasakan Evi berjalan seiring dengan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Warga kini memiliki akses transaksi yang lebih dekat dan pemahaman lebih baik tentang layanan keuangan. Sementara bagi Evi, menjadi BRILink Agen membuka ruang untuk membangun usaha dan meningkatkan perekonomian keluarganya.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kehadiran BRILink Agen memberikan manfaat ganda. "BRILink Agen kami dorong agar dapat tumbuh bersama masyarakat. Di satu sisi, masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan sekaligus semakin memahami berbagai layanan keuangan. Di sisi lain, para agen memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarganya. Dengan demikian, perluasan inklusi dan literasi keuangan juga dapat berjalan beriringan dengan tumbuhnya peluang ekonomi di tingkat lokal," ujar Dhanny.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)