Conch dan Tiran Nusantara Grup Teken Kerja Sama Rp10 Triliun, Serap 5.000 Tenaga Kerja

PT Tiran Nusantara Grup resmi menjalin kerja sama dengan raksasa Tiongkok Conch Investment Holdings dengan nilai investasi tahap awal Rp10 triliun di sektor manufaktur dan energi hijau. Penandatanganan berlangsung di Anhui, Tiongkok, mencakup pembangunan pabrik anoda baterai litium, kemasan plastik, PLTB, dan PLTSa, serta ditargetkan menyerap 5.000 tenaga kerja.

Oct 11, 2026 - 08:02
Updated: 22 hours ago
0 0
Conch dan Tiran Nusantara Grup Teken Kerja Sama Rp10 Triliun, Serap 5.000 Tenaga Kerja
Conch dan Tiran Nusantara Grup Teken Kerja Sama Rp10 Triliun, Serap 5.000 Tenaga Kerja

PT Tiran Nusantara Grup menandatangani kerja sama strategis dengan perusahaan raksasa Tiongkok, Conch Investment Holdings (Hong Kong) Ltd., yang berada di bawah Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Kesepakatan investasi tahap awal senilai Rp10 triliun ini menyasar sektor industri manufaktur dan energi hijau, dan resmi diteken di Anhui, Tiongkok, Jumat (9/10).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasional Tiran Nusantara Grup Andi Karyadi bersama Direktur Conch Li Xin, disaksikan Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup Andi Amar Mar'uf Sulaiman. Ruang lingkup kerja sama meliputi pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, pabrik kemasan plastik, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), serta pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Conch bukan pendatang baru di Indonesia. Perusahaan itu telah menanamkan investasi yang berjalan di Tanah Air senilai Rp30 triliun, sehingga kemitraan dengan Tiran Nusantara Grup menjadi kelanjutan komitmen jangka panjang mereka. Nilai kerja sama ke depan direncanakan berkembang secara bertahap.

"Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industri nasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi," ujar Rezki Mulyadi, Humas PT Tiran Nusantara Grup.

Dalam kemitraan ini, struktur kepemilikan disusun menyesuaikan karakter masing-masing proyek. Pada sebagian usaha patungan, Tiran Nusantara Grup memegang 49% saham dan Conch 51%, sementara pada usaha patungan lain komposisinya dibalik, yakni Tiran Nusantara Grup 51% dan Conch 49%.

Tiran Nusantara Grup merupakan kelompok usaha yang didirikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Perusahaan ini bermula dari penelitian Amran tentang serangan hama tikus yang menghasilkan inovasi pengendalian tikus bernama Tiran, singkatan dari "Tikus Diracun Amran". Pada 1995, Amran mengurus hak paten atas inovasinya, antara lain Tiran 58PS dan Alpostran, dan kini tercatat memiliki tujuh hak paten di bidang pertanian yang produknya dipakai jutaan petani serta dipasarkan hingga Jepang, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Pada 2004, usaha tersebut berkembang menjadi embrio Tiran Nusantara Grup. Berawal dari modal pinjaman Rp500 ribu, kini grup ini menaungi puluhan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja di sektor pertambangan, energi, perdagangan, logistik, hingga kawasan industri. Di bidang logistik, mereka mengoperasikan puluhan kapal angkut serta ratusan dump truck dan alat berat, dan sejak 2007 aktif berinvestasi di berbagai sektor.

"Seluruh perusahaan dalam Tiran Nusantara Grup dimiliki oleh Mentan Amran. Alhamdulillah lini usaha Tiran Nusantara Grup lainnya berkembang, meski usaha utama racun tikus ditutup sejak Amran pertama kali diangkat menjadi Menteri Pertanian tahun 2014, demi menjaga profesionalisme beliau," tambah Rezki.

Di luar dunia usaha, Andi Amran Sulaiman dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia menyalurkan ribuan beasiswa bagi anak yatim piatu, penyandang disabilitas, dan mahasiswa, termasuk mahasiswa asal Palestina dengan angkatan terakhir 112 penerima. Bantuan kemanusiaan juga disalurkan kepada korban bencana alam di dalam negeri hingga Turki. Terbaru, ia membangun masjid senilai Rp1 triliun berkapasitas 20.000 orang serta rumah sakit 17 lantai untuk membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan. Kerja sama investasi ini diharapkan mempercepat transformasi industri nasional menuju energi bersih, pengelolaan limbah, dan hilirisasi sumber daya alam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User