Kisah Liang Wenfeng, Anak Guru SD yang Kini Pimpin DeepSeek dengan Harta Rp715 Triliun

Liang Wenfeng, pendiri DeepSeek asal Zhanjiang, Guangdong, mencatatkan kekayaan US$40 miliar atau sekitar Rp715,65 triliun dan menempati peringkat ke-52 dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Pria kelahiran 1985 itu dikenal sebagai jenius matematika sejak kecil dan membangun sejumlah perusahaan AI serta investasi kuantitatif sebelum mendirikan DeepSeek pada 2023.

Oct 11, 2026 - 04:02
Updated: 1 day ago
0 0
Kisah Liang Wenfeng, Anak Guru SD yang Kini Pimpin DeepSeek dengan Harta Rp715 Triliun
Kisah Liang Wenfeng, Anak Guru SD yang Kini Pimpin DeepSeek dengan Harta Rp715 Triliun

Liang Wenfeng kembali mencuri perhatian dunia berkat kesuksesan DeepSeek, perusahaan kecerdasan buatan asal China yang ia dirikan pada 2023. Berdasarkan catatan Forbes pada Minggu (11/10), total kekayaan pria kelahiran 1985 itu mencapai US$40 miliar atau setara Rp715,65 triliun dengan asumsi kurs Rp17.891 per dolar AS. Jumlah tersebut menempatkannya di peringkat ke-52 dalam Daftar Real Time Orang Terkaya di Dunia versi Forbes, setelah tahun lalu ia berada di posisi ke-34 dalam Daftar 100 Orang Terkaya di China.

Liang lahir di Zhanjiang, Guangdong, China. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Sejak kecil, ia sudah dikenal sebagai sosok jenius di bidang matematika oleh orang-orang di sekitarnya. Di luar jam sekolah, ia menghabiskan waktu dengan membaca.

Setelah menamatkan pendidikan menengah, Liang melanjutkan studi sarjana dan magister di Universitas Zhejiang. Ia mendalami bidang teknik informasi elektronik dan komunikasi, dengan fokus pada visi komputer serta penerapan AI di berbagai bidang.

Selepas lulus, Liang mendirikan sejumlah perusahaan yang memadukan AI dengan perdagangan kuantitatif. Pada 2013, ia mendirikan Hangzhou Yakebi Investment Management Co Ltd. Dua tahun berselang, tepatnya 2015, ia bersama rekan-rekannya mendirikan Hangzhou Huanfang Technology Co Ltd yang kemudian dikenal sebagai Zhejiang Jiuzhang Asset Management Co Ltd.

Pada 2016, Liang ikut mendirikan Ningbo High-Flyer Quantitative Investment Management Partnership, perusahaan yang mengandalkan matematika dan AI untuk investasi. Tiga tahun kemudian, ia mendirikan High-Flyer AI yang berfokus pada penelitian algoritma AI dan aplikasinya. Perusahaan itu berhasil mengelola aset lebih dari 10 miliar yuan.

Loncatan besar kekayaan Liang terjadi setelah ia mendirikan DeepSeek. Modal perusahaan tersebut berasal dari High-Flyer. Model AI DeepSeek dinilai efisien dan hemat biaya karena dikembangkan dengan sumber daya lebih sedikit dibandingkan pesaing dari Barat. Perusahaan menyebut hanya menghabiskan US$5,6 juta untuk mendukung model dasar AI-nya, jauh lebih murah dibandingkan dana ratusan juta hingga miliaran dolar yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Ketika merilis R1, model penalarannya yang menyaingi OpenAI o1, DeepSeek mencuri perhatian global. R1 bersifat open-source sehingga pengembang AI mana pun dapat menggunakannya. Langkah ini menjadi bukti bahwa China mampu mengembangkan model AI sendiri, sekaligus menempatkan DeepSeek sebagai pesaing ChatGPT dari OpenAI, Gemini dari Google, dan AI terkemuka lainnya.

Pada Juni lalu, DeepSeek menggalang US$7,4 miliar dalam putaran pendanaan dengan valuasi mencapai US$52 miliar. Meski demikian, kesuksesan DeepSeek tidak lepas dari kontroversi. Sejumlah ahli memperingatkan potensi risiko penggunaan platform AI ini, termasuk penyebaran misinformasi dan dugaan eksploitasi data oleh pemerintah China. Selain itu, muncul kekhawatiran terkait privasi data dan kepatuhan terhadap regulasi China di negara-negara Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User