Produsen Terancam Setop Produksi, Menperin Ungkap Kekurangan 15 Ribu Ton Gula Rafinasi
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengungkap satu produsen dalam negeri kekurangan pasokan gula rafinasi hingga 15 ribu ton. Bila kebutuhan itu tak terpenuhi sampai Desember 2026, perusahaan terancam menghentikan produksi. Persoalan bahan baku ini menjadi salah satu penghambat peningkatan utilisasi industri yang baru mencapai 66,13 persen pada Februari 2026.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji membeberkan persoalan pasokan bahan baku yang dialami salah satu produsen industri dalam negeri. Perusahaan tersebut kekurangan gula rafinasi sebanyak 15 ribu ton dan terancam menghentikan kegiatan produksi jika kebutuhan itu tidak terpenuhi hingga Desember 2026.
Hal itu disampaikan Sarmuji saat memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi industri manufaktur untuk meningkatkan utilisasi atau pemanfaatan kapasitas produksi. Menurutnya, ketersediaan bahan baku menjadi syarat penting agar industri dapat menjaga kelangsungan produksinya.
"Kami kekurangan 15 ribu ton gula rafinasi. Khawatirnya kalau enggak cukup 15 ribu ton sampai bulan Desember, kami terpaksa berhenti produksi," ujar Sarmuji dalam paparannya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10).
Sarmuji menilai penghentian produksi, meski hanya berlangsung beberapa hari, tetap menimbulkan persoalan besar bagi industri. Ia menegaskan dampaknya tidak bisa dianggap remeh. "Jangankan berhenti produksi satu bulan, berhenti produksi tiga hari saja, itu isunya sudah luar biasa," katanya.
Karena itu, pemerintah berupaya mengomunikasikan persoalan pasokan bahan baku tersebut dengan pihak terkait. Tujuannya agar kebutuhan industri dapat terpenuhi dan kegiatan produksi tetap berjalan tanpa gangguan.
Dalam paparannya, Sarmuji juga menyoroti tingkat utilisasi industri pengolahan yang pada Februari 2026 tercatat sebesar 66,13 persen. Pemerintah berharap angka tersebut dapat meningkat hingga 80-85 persen sehingga kontribusi sektor industri terhadap perekonomian nasional semakin besar.
Menurut Sarmuji, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penentu peningkatan utilisasi industri. Ia mengakui masih banyak persoalan lain yang dihadapi, termasuk soal harga. "Memang ada banyak problem, problem apakah harga nanti dan sebagainya. Dengan mencukupi hal-hal tadi itu, salah satu di antaranya bahan baku, maka utilisasi sektor industri kita akan meningkat, mudah-mudahan bisa pada level 80 atau 85 persen," ujarnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)