Polisi Buka Suara soal Kematian Pedagang Cermin, Tegaskan Belum Ada Kaitan dengan Kelompok Tertentu

Polda Metro Jaya membantah dugaan keterlibatan kelompok atau komunitas tertentu dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan pedagang cermin Bambang Setiyawan di Pejompongan. Polisi mengaku belum menemukan indikasi tersebut dan meminta publik tidak beropini sebelum penyidikan selesai. Visum telah dilakukan, dan polisi mengantongi dua sketsa wajah terduga pelaku.

Sep 06, 2026 - 11:48
Updated: 2 months ago
0
Polisi Buka Suara soal Kematian Pedagang Cermin, Tegaskan Belum Ada Kaitan dengan Kelompok Tertentu
Polisi Buka Suara soal Kematian Pedagang Cermin, Tegaskan Belum Ada Kaitan dengan Kelompok Tertentu

Polda Metro Jaya angkat bicara terkait kasus tewasnya pedagang cermin, Bambang Setiyawan (59), yang menjadi korban pengeroyokan dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). Polisi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan kelompok atau komunitas tertentu dalam peristiwa tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu. "Kami luruskan, berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan saksi, kami belum menemukan adanya indikasi bahwa pelaku ini adalah merupakan anggota komunitas/kelompok tertentu," ujarnya.

Iman menjelaskan, kesimpulan sementara itu diperoleh dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi yang telah dilakukan penyidik. Meski demikian, penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Bambang. Ia pun meminta semua pihak, terutama pengguna media sosial, untuk tidak berspekulasi sebelum ada hasil penyidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami juga mengajak semua pihak yang berada di media sosial untuk menghentikan beropini agar tidak membuat masyarakat menjadi bingung," kata Iman. Ia memastikan proses pengungkapan kasus akan terus berjalan dan hasilnya akan disampaikan secara terbuka kepada publik.

Polda Metro Jaya memastikan perkara ini tetap ditangani meskipun keluarga korban tengah berduka. Laporan polisi model A telah dibuat sebagai langkah proaktif kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. "Kami menghormati rasa duka keluarga, namun negara juga harus hadir dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga negara," tegas Iman.

Meski keluarga sempat menolak autopsi, pemeriksaan visum terhadap jenazah telah dilakukan dan keluarga tidak keberatan. Hasil visum dari Rumah Sakit Polri pun telah diperoleh penyidik. Terkait kemungkinan ekshumasi dan autopsi, Iman menegaskan setiap tindakan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam perkembangan lain, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah mengantongi dua sketsa wajah laki-laki yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Sketsa pertama menggambarkan laki-laki berusia 30-40 tahun dengan wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata hitam, dan kulit coklat. Sketsa kedua juga laki-laki berusia 30-40 tahun dengan wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, berkumis dan berjanggut, bola mata hitam, serta kulit coklat.

Polisi mengimbau masyarakat untuk mempercayakan proses pengungkapan kasus ini kepada penyidik dan menunggu perkembangan resmi yang akan diumumkan kemudian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User