Peringatan dari Teheran: Jet Tempur Israel Mendekat, Konfrontasi Militer Kian Intensif

Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mehdi Mohammadi, memperingatkan bahwa tanda-tanda konfrontasi militer dengan Israel semakin intensif. Ia menyoroti peningkatan penerbangan musuh di atas Irak dan pergerakan militer Israel. Laporan Axios menyebut puluhan jet tempur Israel terbang hingga perbatasan Iran dalam operasi skala besar, sementara Netanyahu menyatakan siap menyerang Iran secara sepihak sebelum Pemilu 27 Oktober.

Oct 22, 2026 - 16:04
Updated: 12 hours ago
0
Peringatan dari Teheran: Jet Tempur Israel Mendekat, Konfrontasi Militer Kian Intensif
Peringatan dari Teheran: Jet Tempur Israel Mendekat, Konfrontasi Militer Kian Intensif

Peringatan keras datang dari Teheran terkait meningkatnya ancaman militer Israel. Mehdi Mohammadi, penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai bahwa kedua pihak kini semakin mendekati momen genting yang berpotensi memicu konfrontasi terbuka.

Dalam pernyataannya di saluran Telegram pada Rabu (21/10), Mohammadi menyebut tanda-tanda konfrontasi militer, khususnya antara Iran dan Israel, terlihat semakin intensif. Ia merujuk pada peningkatan penerbangan musuh di atas Irak, pergerakan di wilayah pendudukan, serta persiapan militer yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas maksimal bagi berbagai skenario.

"Musuh telah bergerak semakin dekat ke 'waktu nol'," tulis Mohammadi, dikutip dari Gulf News.

Indikasi yang lebih konkret datang dari laporan Axios yang mengutip pejabat Israel dan Amerika Serikat. Menurut laporan tersebut, puluhan jet tempur Israel terbang hingga ke perbatasan Iran pada Senin dalam operasi skala besar. Operasi itu bertujuan memproyeksikan kekuatan militer sekaligus mencegah Teheran mengambil langkah tertentu.

Latihan tersebut melibatkan jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar yang terbang lebih dari 800 mil dari Israel, melewati wilayah udara Suriah dan Irak. Rute penerbangan itu disebut sesuai dengan potensi serangan terhadap Iran.

Para pejabat AS menyatakan Israel menyadari bahwa pertahanan udara Iran akan mendeteksi pesawat-pesawat tersebut. Beberapa sumber AS bahkan mendapat kesan bahwa Israel berharap Iran menembaki jet-jet itu, yang berpotensi memberikan pembenaran bagi serangan Israel.

Mohammadi menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi Israel mencakup aspek intelijen, operasional, dan strategis. Tantangan itu meliputi upaya memperoleh intelijen yang cukup tentang target, mempertahankan akses ke target, serta mengendalikan waktu, lokasi, dan konsekuensi dari potensi perang.

Ia juga memperingatkan bahwa Israel tidak akan serta merta menunggu seluruh tantangan tersebut terselesaikan sebelum bertindak. Kesalahan perhitungan atau keputusan impulsif dinilai dapat memicu konfrontasi baru.

Sebelumnya, Ghalibaf dilaporkan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei untuk meninjau perkembangan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pertemuan itu juga menjadi sinyal koordinasi politik di tengah tekanan militer, ekonomi, dan informasi.

Dalam transkrip pembicaraan, keduanya membahas perkembangan terbaru dalam apa yang disebut pejabat Iran sebagai perang militer, ekonomi, dan kognitif yang dilancarkan AS dan Israel. Mereka menekankan penguatan unsur-unsur kekuasaan Iran, menjaga kohesi sosial dan persatuan nasional, serta mempertahankan mobilisasi publik untuk mendukung rezim Islam.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menyatakan kesiapannya menyerang Iran secara sepihak tanpa keterlibatan Amerika Serikat sebelum Pemilu 27 Oktober. Ketegangan ini dipicu oleh kekhawatiran atas program nuklir dan rudal Iran, serta dinamika komunikasi dengan Presiden AS Donald Trump. Mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menilai langkah Netanyahu itu bertujuan mempertahankan kekuasaan di tengah persaingan politik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User