Pengadilan Tertinggi Prancis Batalkan Izin Demo Halloween di Paris, Rute Dialihkan ke Pinggiran
Pengadilan Tertinggi Prancis membatalkan keputusan Pengadilan Paris yang mengizinkan demo Halloween melintasi pusat kota Paris. Rute dialihkan ke pinggiran, dari Porte de Bagnolet ke Porte de Charenton. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez memperingatkan risiko kerusuhan dan mengerahkan 70 ribu aparat kepolisian di seluruh Prancis.
Pengadilan Tertinggi Prancis akhirnya membatalkan izin demonstrasi bertema Halloween yang semula direncanakan melintasi jantung ibu kota, dari Bastille menuju Place de la Nation. Keputusan itu diambil setelah Kepolisian Paris mengajukan banding atas putusan Pengadilan Paris yang sebelumnya mencabut larangan rute tersebut pada Jumat (30/10) malam.
Dengan putusan banding yang dikabulkan, rute aksi unjuk rasa pada Sabtu (31/10) dialihkan ke kawasan pinggiran Paris, yakni dari Porte de Bagnolet menuju Porte de Charenton. Langkah ini diambil untuk mencegah kerumunan massa di area pusat kota yang dinilai rawan memicu bentrokan.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez sebelumnya telah memperingatkan potensi kerusuhan pada akhir pekan. Dalam pernyataan kepada wartawan pada Kamis (29/10), ia menyebut tanggal 31 Oktober menyimpan risiko gangguan ketertiban publik yang sangat tinggi.
"Tanggal 31 Oktober menghadirkan risiko kerusuhan publik yang sangat tinggi," ujar Nuñez, seperti dikutip Le Monde. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sekitar 70 ribu personel kepolisian dikerahkan ke seluruh Prancis guna mengamankan situasi.
Aksi protes kali ini digalang oleh Gerakan Rompi Kuning bersama serikat mahasiswa Prancis. Mereka menyerukan demonstrasi baru pada Sabtu (31/10) yang diperkirakan berlangsung dalam skala besar.
Peringatan otoritas semakin diperkuat setelah muncul seruan di media sosial untuk merayakan Halloween pada Sabtu malam dengan ajakan "revolusi". Menurut Nuñez, seruan tersebut disebarkan oleh kelompok sayap kiri radikal dan sejumlah aktivis Rompi Kuning yang telah terpapar radikalisasi.
Demonstrasi ini menjadi sorotan karena berlangsung hanya dua pekan setelah aksi ricuh pada 17 Oktober lalu. Dalam insiden tersebut, sejumlah toko dijarah serta berbagai bangunan dibakar dan dirusak, menambah kekhawatiran akan terulangnya kerusuhan serupa.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)