Penembakan Dekat Paris: Pelaku Jalani Observasi Psikiatri, Jejak Narkoba Ditemukan

Pelaku penembakan di pinggiran Paris yang menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya dipindahkan ke unit psikiatri kepolisian untuk observasi. Pemeriksaan psikiatri jadi dasar pencabutan penahanan tersangka berusia 39 tahun itu, sementara jejak ganja dan kokain ditemukan dalam darahnya. Presiden Macron menyebut insiden ini sebagai serangan teroris rasis.

Oct 25, 2026 - 20:01
Updated: 9 hours ago
0
Penembakan Dekat Paris: Pelaku Jalani Observasi Psikiatri, Jejak Narkoba Ditemukan
Penembakan Dekat Paris: Pelaku Jalani Observasi Psikiatri, Jejak Narkoba Ditemukan

Tersangka penembakan di kawasan pinggiran Paris, Prancis, yang menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya, resmi dipindahkan ke unit psikiatri kepolisian. Langkah ini diambil setelah penyidik memutuskan mencabut masa penahanan pria berusia 39 tahun tersebut demi menjalani observasi kejiwaan, demikian disampaikan jaksa anti-teror Prancis pada Minggu (25/10).

Tersangka diidentifikasi sebagai Kevin T. Ia ditangkap pada Jumat (23/10), tak lama setelah melepaskan tembakan ke arah para korban saat mengendarai mobil melintasi Kota Trappes dan La Verriere yang letaknya berdekatan. Dalam mobilnya, polisi menemukan senapan mesin ringan serta granat gas air mata.

Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Nasional Prancis (PNAT) sebelumnya memperpanjang masa penahanan tersangka pada Sabtu (24/10) guna melanjutkan interogasi. Namun, keputusan itu berubah sehari kemudian. Menurut PNAT, pemeriksaan psikiatri terhadap Kevin T. pada malam Sabtu menyimpulkan bahwa ia perlu menjalani observasi di unit psikiatri kepolisian.

"Setelah pemeriksaan psikiatri terhadap Kevin T. yang dilakukan pada malam hari, penahanannya telah dicabut," bunyi pernyataan PNAT. Observasi tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 48 jam dan akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menilai apakah kondisi kejiwaan tersangka memungkinkan untuk melanjutkan sesi interogasi.

Selain persoalan kejiwaan, penyidik mengungkap bahwa jejak ganja dan kokain ditemukan dalam darah tersangka. Polisi juga telah menggeledah kediaman Kevin T. di Kota Plaisir, di luar Paris. Seorang sumber menyebutkan, di lokasi tersebut ditemukan sebuah Alkitab, sebuah Al-Quran, dan salinan buku Mein Kampf karya Adolf Hitler.

Presiden Emmanuel Macron menyebut peristiwa ini sebagai serangan teroris rasis. Sebab, sebagian besar korban merupakan warga asing. Insiden tersebut menewaskan seorang pria berusia 26 tahun keturunan Kongo bernama Pengo Bossio Wangi. Sementara itu, seorang gadis berusia 12 tahun yang terkena delapan butir peluru masih dilaporkan dalam kondisi kritis.

Penembakan ini terjadi di tengah situasi politik Prancis yang memanas. Dalam enam bulan mendatang, negara itu akan menggelar pemilihan umum dengan kandidat sayap kanan Marine Le Pen memimpin dalam jajak pendapat. Ketegangan politik dan sosial memuncak sejak sepekan terakhir hingga memicu kerusuhan menjelang pemungutan suara untuk memilih pengganti Macron.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User