Harga Singkong Melonjak hingga NTP Pecah Rekor, Daya Beli Petani Lampung Ikut Terangkat
Kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi dan penghentian impor singkong membuat harga singkong di Lampung melonjak dari Rp700 menjadi Rp3.000 per kilogram. Nilai Tukar Petani tercatat 131,11, tertinggi sepanjang sejarah. Gubernur Lampung menyebut daya beli masyarakat ikut naik, terlihat dari kenaikan pembelian kendaraan baru pada semester I 2026.
Kebijakan pemerintah di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak nyata di Lampung. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong disebut telah meningkatkan pendapatan petani dan menggerakkan ekonomi perdesaan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan Presiden Prabowo menempatkan petani sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, ketika biaya produksi lebih terkendali dan harga hasil panen membaik, petani memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
"Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram," ujar Amran di Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10).
Amran menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan upaya memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi. Pemerintah ingin memastikan manfaat pembangunan turut dirasakan oleh masyarakat yang memproduksi pangan dan komoditas pertanian, tidak semata berhenti di tingkat perdagangan dan industri.
Dampak kebijakan itu juga tercermin pada perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) yang disebut mencapai 131,11, capaian tertinggi sepanjang sejarah. Indikator ini menggambarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayarkan, sehingga menjadi salah satu ukuran perkembangan daya beli petani.
"Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah," kata Amran.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa padi, jagung, dan singkong merupakan komoditas penting bagi masyarakat Lampung. Hampir 60 persen masyarakat Lampung berkaitan dengan ketiga komoditas tersebut, sehingga perubahan harga dan biaya produksi pertanian berpengaruh luas terhadap perekonomian daerah.
"Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik," ujarnya.
Menurut Rahmat, perbaikan sektor pertanian turut diikuti peningkatan sejumlah indikator konsumsi masyarakat. Data Pemprov Lampung mencatat jumlah kendaraan bermotor baru pada semester I 2026 mencapai 83.515 unit, naik 22,15 persen dibandingkan 68.370 unit pada semester I 2025. Kendaraan roda dua bertambah 19,90 persen dari 62.464 unit menjadi 74.892 unit, sedangkan kendaraan roda empat meningkat dari 5.906 unit menjadi 7.213 unit.
"Pembelian kendaraan di kabupaten-kabupaten pertanian meningkat. Kami juga melihat indikator konsumsi lain yang tumbuh. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah pertanian bergerak," ujar Rahmat. Ia menyebut Lampung kini menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua terdekat di Sumatera berkat kebijakan yang berpihak pada petani.
Selain perbaikan harga komoditas, Pemprov Lampung mendorong hilirisasi hasil pertanian. Singkong yang sebelumnya banyak dijual sebagai bahan mentah mulai diolah menjadi produk turunan, termasuk tepung mocaf. Rahmat menyebut sudah ada rencana ekspor mocaf ke Amerika Serikat pada bulan berikutnya.
"Ini semua terjadi karena kebijakan Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas, menjaga petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi," kata Rahmat.
Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus mendukung kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada petani. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah agar persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani secara cepat dan tepat. "Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan," pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)