Inggris dan Prancis Kirim Ribuan Tentara ke Jerman, Latihan NATO di Tengah Ketegangan dengan Rusia

Inggris dan Prancis mengerahkan ribuan tentara ke Jerman dalam latihan NATO bertajuk Rhino Titan di Sennelager. Sedikitnya 2.500 tentara terlibat selama tujuh pekan, termasuk 600 penerjun payung yang diterjunkan dari empat pesawat A400M Atlas RAF. Latihan ini menguji kesiapan menghadapi ancaman drone dan perang elektronik di tengah ketegangan dengan Rusia.

Oct 25, 2026 - 04:02
Updated: 1 day ago
0
Inggris dan Prancis Kirim Ribuan Tentara ke Jerman, Latihan NATO di Tengah Ketegangan dengan Rusia
Inggris dan Prancis Kirim Ribuan Tentara ke Jerman, Latihan NATO di Tengah Ketegangan dengan Rusia

Militer Kerajaan Inggris dan Prancis mengerahkan ribuan tentara ke wilayah Jerman pada Minggu (25/10) waktu setempat. Pengerahan pasukan ini merupakan bagian dari latihan NATO yang digelar kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia.

Latihan tersebut dirancang untuk menguji kesiapan negara-negara anggota NATO menghadapi potensi serangan dari negara lain, seiring kekhawatiran terhadap agresi Rusia. Sedikitnya 2.500 tentara terlibat dalam latihan yang berlangsung selama tujuh pekan.

Sebanyak 600 penerjun payung dari Inggris dan Prancis diterjunkan dari empat pesawat angkut A400M Atlas milik Angkatan Udara Inggris (RAF) di wilayah Jerman. Latihan bertajuk Rhino Titan ini berlangsung di pusat pelatihan militer Sennelager, Jerman.

Latihan itu bertujuan menguji kemampuan pasukan Inggris dalam menghadapi musuh yang dilengkapi pesawat nirawak (drone) serta perangkat perang elektronik. Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menegaskan bahwa ancaman abad ke-21 menuntut pendekatan peperangan yang lebih modern.

"Ancaman yang kita hadapi di abad ke-21 menuntut pendekatan peperangan yang lebih modern dan diperbarui, dan angkatan bersenjata kita yang adaptif tengah bersiap untuk menghadapinya," ujar Streeting dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Menurutnya, latihan bersama sekutu dari Prancis dan Jerman ini menunjukkan kemampuan mengerahkan kekuatan lintas udara yang cepat dan masif ke mana pun diperlukan demi mempertahankan wilayah NATO. "Kombinasi antara personel dan peralatan khusus inilah yang dibutuhkan untuk mencegah langkah musuh serta menjaga keamanan Inggris dan sekutu-sekutu kita," tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara Barat menuduh Rusia melancarkan kampanye hibrida yang mencakup kegiatan spionase, sabotase termasuk perusakan kabel bawah laut, serta berbagai bentuk gangguan lainnya. Moskow sendiri membantah keras tuduhan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User