Robot Vacuum Bisa Rekam Percakapan hingga Intip Kamar Mandi, Data Pribadi Terancam
Seorang pengguna mengungkap sisi gelap robot vacuum yang bisa memetakan rumah, merekam percakapan, hingga mengintip saat pengguna ke kamar mandi. DJI mengaku telah menambal celah izin akses lewat dua pembaruan pada 10 Februari 2026, sementara pakar menyarankan pengguna memperketat keamanan dan mencermati kebijakan privasi sebelum membeli.
Perangkat robot vacuum yang selama ini dikenal sebagai pembantu kebersihan rumah ternyata menyimpan risiko serius terhadap privasi penggunanya. Seorang pengguna bernama Sammy Azdoufal mengungkap bahwa perangkat miliknya dapat memetakan lantai rumah, merekam riwayat pembersihan, mengamati pengguna saat pergi ke kamar mandi, hingga merekam percakapan pribadi. Temuan itu memicu kekhawatiran bahwa robot vacuum bisa menjadi pintu masuk pencurian data pribadi.
Sammy menceritakan pengalamannya saat mencoba mengendalikan DJI Romo miliknya dari jarak jauh. Ia justru menemukan bahwa dirinya dapat mengakses dan mengendalikan perangkat robot lain, tidak hanya miliknya sendiri. Kondisi ini menunjukkan adanya celah pada sistem izin akses yang seharusnya membatasi kendali hanya pada perangkat milik pengguna bersangkutan.
Menanggapi temuan tersebut, DJI menyatakan masalah izin akses pada sistem backend yang ditemukan Sammy telah diselesaikan. Perusahaan merilis dua pembaruan pada 10 Februari 2026 untuk menambal celah tersebut. Kasus ini disebut sebagai risiko keamanan spesifik, yakni server dapat mengenali pengguna sebagai pelanggan sah, tetapi gagal membatasi aksesnya hanya pada perangkat milik pengguna itu.
Mengutip Engadget, Sammy menggunakan Claude Code untuk membantu merekayasa balik sistem komunikasi antarperangkat. Meski demikian, kecerdasan buatan bukanlah penyebab kelemahan keamanan yang mendasarinya. Akar masalahnya terletak pada pemeriksaan keamanan yang gagal berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga tidak bisa diatasi hanya dengan menggunakan kata sandi yang rumit.
Kebocoran keamanan bukan satu-satunya persoalan privasi. Robot vacuum berpotensi mengirimkan informasi kepada produsennya selama beroperasi berhari-hari. Informasi itu dapat mencakup aktivitas pembersihan, status perangkat, peta lantai, dan benda-benda yang terdeteksi.
Kebijakan privasi iRobot bahkan menyebut bahwa model yang terhubung ke internet dapat mengirimkan data lebih banyak daripada sekadar peta lantai. Data tersebut meliputi nama ruangan, jenis lantai, benda yang terdeteksi, pergerakan robot, serta detail jaringan Wi-Fi.
Hingga kini belum ada satu produk yang secara jelas dan definitif dinobatkan sebagai pilihan terbaik yang ramah privasi. Namun, robot vacuum yang aman setidaknya harus meminimalkan jumlah informasi yang dikirimkan ke luar rumah. Pengguna disarankan membaca kebijakan privasi dengan saksama sebelum membeli, serta mencermati fitur navigasi dan pemrosesan gambar yang dilakukan langsung di perangkat.
Fitur yang mengharuskan perangkat terhubung ke cloud sebaiknya menjadi pertimbangan serius sebelum membeli, termasuk penjelasan mengenai cara perusahaan membagikan data diagnostik. Memilih varian tanpa kamera dapat menghindari risiko paparan informasi dari kamera, meski perangkat tersebut masih mungkin membuat peta rumah dan mengirimkan informasi akun. Karena itu, perangkat tanpa kamera tidak sama dengan tanpa pengumpulan data.
Bagi pengguna robot vacuum, langkah pengamanan tetap diperlukan. Pastikan menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan memperbarui firmware secara berkala. Ketika terdapat fitur seperti remote viewing atau fitur terhubung lain yang meragukan, sebaiknya fitur tersebut dinonaktifkan kecuali memang diperlukan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)