Iran Klaim Jatuhkan Drone Tempur AS di Langit Bandar Abbas, Pertahanan Udara Siaga Penuh
Militer Iran mengklaim menembak jatuh drone LUCAS milik Amerika Serikat di langit Bandar Abbas menggunakan sistem pertahanan udara terpadu. Insiden ini terjadi sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan peluang serangan balasan atau kesepakatan damai baru dengan Iran, di tengah ketegangan kawasan Selat Hormuz yang masih berstatus siaga tinggi.
Militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak milik Amerika Serikat di atas wilayah Kota Bandar Abbas pada Minggu (25/10). Drone yang disebut berjenis Low-cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS) itu dinyatakan hancur oleh tembakan sistem pertahanan udara Iran.
Klaim tersebut disampaikan melalui pernyataan Departemen Hubungan Masyarakat Militer Iran yang dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim. Menurut pernyataan itu, drone AS dihancurkan oleh tembakan sistem Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat yang terintegrasi dalam jaringan pertahanan udara terpadu negara.
"Sebuah drone LUCAS milik Amerika Serikat ditembak dan dihancurkan di langit Bandar Abbas oleh tembakan sistem Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat, di bawah jaringan pertahanan udara terpadu negara," demikian bunyi pernyataan militer Iran seperti dilansir Anadolu Agency.
Hingga kini, pihak militer Iran belum merinci waktu pasti operasi penembakan maupun misi penerbangan drone AS tersebut. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai jalur atau tujuan penerbangan drone itu sebelum dijatuhkan.
Insiden ini terjadi hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington memiliki peluang untuk melancarkan serangan balasan ke Iran atau mencapai kesepakatan damai baru. Pernyataan Trump tersebut menambah dinamika hubungan kedua negara yang tengah memanas.
Ketegangan antara Washington dan Teheran sendiri meningkat sejak gelombang serangan udara gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu. Meski sempat ada kesepakatan gencatan senjata, situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya tetap berada dalam status siaga tinggi.
Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa seluruh sistem pertahanan udara di sepanjang wilayah pesisir selatan terus disiagakan penuh. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran wilayah udara oleh pihak asing di tengah situasi kawasan yang belum stabil.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)