Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda, Pasien Alami Imunodefisiensi Berat
Prancis melaporkan kematian pertama di dunia akibat infeksi virus Shamonda pada manusia. Pasien mengalami imunodefisiensi berat. Virus yang pertama ditemukan di Nigeria pada 1960-an ini sebelumnya dianggap tidak menular ke manusia dan saat ini tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat umum.
Prancis mencatat peristiwa penting dalam dunia kesehatan global. Pada awal Oktober, negara itu melaporkan kematian pertama pada manusia akibat infeksi virus Shamonda. Kasus ini menjadi yang pertama di dunia, meskipun pemerintah menegaskan virus tersebut untuk saat ini tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat umum.
Pengumuman resmi disampaikan oleh pemerintah Prancis pada Jumat (23/10), seperti dilaporkan Reuters. Pasien yang meninggal diketahui mengalami imunodefisiensi berat, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh sangat lemah sehingga rentan terhadap infeksi.
Kementerian Kesehatan dan Pertanian Prancis menjelaskan bahwa virus Shamonda termasuk dalam kelompok orthobunyavirus. Virus ini dapat menular ke hewan melalui gigitan lalat Culicoides. Virus tersebut pertama kali ditemukan di Nigeria pada pertengahan 1960-an dan dilaporkan secara sporadis pada sapi di Afrika Barat, Afrika Timur, Afrika Selatan, serta Jepang.
Sebelum kasus ini, virus Shamonda dianggap tidak menular ke manusia. Otoritas kesehatan menyatakan belum ada infeksi pada manusia yang terdokumentasi, meskipun virus telah beredar selama beberapa dekade. "Oleh karena itu, ini adalah kasus luar biasa yang terjadi pada pasien dengan imunodefisiensi berat," demikian pernyataan pihak berwenang, seperti dikutip Serbian News Media.
Saat ini, pihak berwenang Prancis tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memahami kasus tersebut secara mendalam. Virus Shamonda pertama kali teridentifikasi di Eropa, termasuk di Prancis, setelah ditemukan pada hewan ternak di sejumlah peternakan.
Sapi menjadi spesies utama yang diketahui dapat terinfeksi virus ini. Namun, otoritas Prancis juga mengidentifikasi sejumlah kasus infeksi pada ruminansia kecil seperti domba dan kambing, serta kuda pada musim panas tahun ini. Meski demikian, kasus pada manusia tetap dinyatakan sebagai kejadian luar biasa yang terkait dengan kondisi imunodefisiensi berat pasien.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)