7.000 Liter Air dari Sumut Tiba di Pasaman, Permintaan Seorang Anak yang Merawat Ayah Sakit Akhirnya Terjawab

Permintaan bantuan air bersih dari Idho, seorang anak di Polongan II, Rao, Pasaman, yang kesulitan merawat ayahnya yang sakit, mendapat respons Ulul Azmi. Pria asal Rao yang tinggal di Pekanbaru itu mendatangkan 7.000 liter air dari Lembah Sorik Marapi, Sumatera Utara, setelah layanan Pamsimas setempat tak berfungsi dan air sungai bercampur lumpur.

Oct 25, 2026 - 20:01
Updated: 8 hours ago
0
7.000 Liter Air dari Sumut Tiba di Pasaman, Permintaan Seorang Anak yang Merawat Ayah Sakit Akhirnya Terjawab
7.000 Liter Air dari Sumut Tiba di Pasaman, Permintaan Seorang Anak yang Merawat Ayah Sakit Akhirnya Terjawab

Kesulitan air bersih yang dialami warga Polongan II, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, berujung pada kisah kepedulian yang menyentuh. Sebanyak 7.000 liter air bersih akhirnya didatangkan dari Lembah Sorik Marapi, Sibanggor, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, setelah permintaan bantuan seorang warga viral di media sosial.

Permintaan itu datang dari Idho J M Medley. Selama sekitar sepekan, ia bersama warga setempat kesulitan mendapatkan air karena layanan Pamsimas tidak berfungsi. Kondisi bertambah sulit lantaran air sungai yang biasa dipakai telah bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan.

Bagi Idho, persoalan air bukan sekadar kebutuhan rumah tangga. Ia harus memastikan air untuk merawat orang tuanya yang sedang sakit tetap tersedia. Membawa orang tuanya ke sungai dalam kondisi seperti itu bukan pilihan yang memungkinkan.

Karena itu, pada Jumat (23/10/2026), Idho menyampaikan permohonan bantuan melalui Facebook. Ia berharap ada pihak yang mengetahui tempat penjualan air bersih atau bersedia mendatangkan mobil tangki ke kawasan Panti-Rao.

Unggahan tersebut menarik perhatian Ir. Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., putra daerah asal Rao yang kini berdomisili di Pekanbaru, Riau. Meski tidak mengenal Idho secara pribadi, kabar kesulitan warga kampung halamannya mendorongnya untuk bertindak.

Ulul sempat menghubungi PDAM Pasaman untuk mencari kemungkinan pengiriman air. Namun, upaya itu terkendala karena mobil tangki berada di Lubuk Sikaping dan kondisi kendaraan dinilai tidak memungkinkan menjangkau lokasi. Ia lalu menghubungi relasinya di Kabupaten Mandailing Natal hingga muncul peluang mendatangkan air dari kawasan Lembah Sorik Marapi, Sibanggor.

Pada Sabtu malam (24/10/2026), bantuan air bersih itu tiba dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan, termasuk keluarga Idho dan seorang ninik mamak yang juga sedang sakit. Idho pun mengirim pesan kepada Ulul untuk mengabarkan bahwa bantuan telah diterima dan dibagikan.

"Saya tidak tahu rasanya memulai terima kasih ini dari mana. Jangankan untuk bertemu, kenal pun dengan sosok Abang sebelumnya saya tidak pernah. Tetapi Allah mengetuk pintu hati Abang untuk menolong saya dan kami, beberapa masyarakat Polongan II yang sangat membutuhkan air," ungkap Idho.

Ulul Azmi menegaskan, bantuan tersebut bukan untuk menggantikan tanggung jawab pemerintah daerah. Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, harus ada langkah nyata agar mereka tidak terus menunggu tanpa kepastian. Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait mengevaluasi penyebab tidak berfungsinya Pamsimas agar pelayanan air bersih kembali normal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User