Pemilu Israel Berakhir Tanpa Pemenang Mayoritas, Koalisi Baru Jadi Teka-teki

Hasil penghitungan suara pemilu Israel menunjukkan tak ada blok yang mencapai mayoritas 61 kursi di Knesset. Blok Netanyahu memimpin dengan 53 kursi, disusul blok Eisenkot 48 kursi, sementara partai Arab mengamankan 19 kursi. Para politisi mulai menjajaki opsi koalisi, dengan Eisenkot disebut bertemu Netanyahu untuk membahas pembentukan pemerintahan baru secepat mungkin.

Oct 30, 2026 - 00:01
Updated: 9 hours ago
0
Pemilu Israel Berakhir Tanpa Pemenang Mayoritas, Koalisi Baru Jadi Teka-teki
Pemilu Israel Berakhir Tanpa Pemenang Mayoritas, Koalisi Baru Jadi Teka-teki

Hasil penghitungan suara pemilihan umum Israel memastikan tidak ada satu pun blok politik yang berhasil meraih mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Hingga Kamis (29/10), lebih dari 99 persen suara telah dihitung, tetapi baik kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun blok oposisi sama-sama belum mengantongi ambang batas 61 kursi.

Blok Netanyahu untuk sementara mengamankan 53 kursi di Knesset, sedangkan blok yang dipimpin mantan panglima militer Gadi Eisenkot meraih 48 kursi. Adapun partai-partai Arab memegang 19 kursi, jumlah tertinggi yang pernah mereka peroleh dalam sejarah pemilu Israel.

Pemilu yang digelar Selasa (27/10) itu menjadi yang pertama sejak serangan kelompok milisi Hamas pada 7 Oktober 2023 dan dimulainya agresi ke Jalur Gaza. Hasil akhir pemilu dijadwalkan disahkan dan diumumkan paling lambat Rabu (4/11) pekan depan.

Meski penghitungan belum tuntas, para politisi mulai bergerak menjajaki peluang koalisi. Ynet News melaporkan Eisenkot telah bertemu Netanyahu untuk membahas cara membentuk pemerintahan baru secepat mungkin. Selain itu, Eisenkot juga menemui ketua Partai Demokrat Yair Golan, satu-satunya anggota aliansinya yang mendukung koalisi dengan partai Arab.

Golan sendiri telah menggelar pertemuan dengan pemimpin Ra'am (United Arab) Mansour Abbas, yang mencatat perolehan suara tinggi secara mengejutkan pada pemilu kali ini. Menurut Golan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong perubahan.

"Ini adalah saatnya bertindak. Tanggung jawab kita adalah untuk tidak melewatkan kesempatan untuk perubahan dan menyelamatkan Israel," ujar Golan, seperti dikutip Al Jazeera.

Koresponden Al Jazeera, Nour Odeh, menilai Eisenkot menghadapi tantangan berat. Mantan pemimpin militer yang beralih ke politik itu sebelumnya berjanji tidak akan bersekutu atau menjalin kemitraan dengan partai-partai Palestina-Israel. Namun, karena tidak ada blok yang memiliki mayoritas, oposisi hanya bisa bekerja sama dengan partai Arab bila ingin melengserkan pemerintahan Netanyahu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User