Bukan iPhone, iOS 16 Kini Berjalan di HP Android Redmi dan Poco
Para peretas berhasil menjalankan iOS 16 di ponsel Android untuk pertama kalinya. Proyek ios-sweet menampilkan iOS di Redmi Note 10 Pro, sementara HackiOS menguji iOS 16.5 di Poco X5 Pro. Meski layar sentuh dan antarmuka berfungsi, fitur koneksi, audio, kamera, dan GPU belum berjalan. Proyek ini murni eksperimen teknis, bukan sistem operasi siap pakai harian.
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah pencapaian teknis yang selama ini dianggap mustahil akhirnya terwujud. Para peretas dan pengembang perangkat lunak independen berhasil menjalankan sistem operasi iOS milik Apple, yang sejatinya hanya dirancang untuk iPhone, pada ponsel berbasis Android.
Salah satu bukti yang paling banyak diperbincangkan adalah klip video di platform X yang telah ditonton lebih dari 2 juta kali. Video tersebut memperlihatkan iOS 16 berjalan di perangkat Redmi Note 12. Tidak hanya itu, ada pula rekaman yang menunjukkan iOS dioperasikan pada ponsel Nothing 3a.
Keberhasilan ini tergolong bersejarah karena arah sebaliknya sudah lama terjadi. iPhone diketahui mampu menjalankan Android sejak 2010 melalui proyek iDroid, lalu disusul Sandcastle yang menjalankan Android 10 di iPhone dengan chip A10 Apple pada 2020. Namun, menjalankan iOS di perangkat non-Apple belum pernah berhasil hingga kini.
Salah satu proyek yang mencuri perhatian adalah ios-sweet. Tim ini merancang agar iOS 16 dapat berjalan di Redmi Note 10 Pro, dan kode hasil kerja mereka dibagikan secara terbuka di GitHub. Mereka memanfaatkan XNU milik Apple yang aksesnya terbuka, lalu memodifikasinya agar kompatibel dengan chip Qualcomm Snapdragon 732G. XNU sendiri merupakan komponen inti iOS yang menghubungkan chip, RAM, dan penyimpanan.
Setelah komponen intinya disesuaikan, mereka memasang file sistem asli iOS 16.7.16 dari iPhone X tanpa mengubahnya sama sekali. Hasilnya, perangkat Redmi Note 10 Pro berhasil mencapai lock screen, home screen, Control Center, dan Settings. Layar sentuh serta tombol fisik ponsel pun merespons sentuhan.
Kendati demikian, sejumlah keterbatasan masih tersisa. Fitur koneksi seperti Wi-Fi, Bluetooth, jaringan data seluler, audio, dan kamera sama sekali belum bisa digunakan. Gestur untuk keluar dari aplikasi juga tidak berfungsi. Karena dukungan GPU belum ada, proses penayangan grafis sepenuhnya dibebankan pada CPU dengan kecepatan terbatas 20-30 frame per second.
Pengembang ios-sweet menegaskan bahwa proyek ini murni eksperimen teknis, bukan sistem operasi yang siap dipakai sehari-hari. Mereka juga mengingatkan bahwa siapa pun yang ingin mencoba kode tersebut harus siap kehilangan data karena proses instalasi akan menghapus data pengguna dan menonaktifkan perlindungan keamanan.
Upaya serupa juga dilakukan kelompok bernama OOSexGang melalui proyek HackiOS. Mereka mengklaim berhasil menjalankan iOS 16.5 pada Poco X5 Pro dengan memanfaatkan Unified Extensible Firmware Interface kustom saat proses booting, sehingga XNU dapat dimuat. Kode HackiOS belum dibuka ke publik, tetapi demo terbarunya memperlihatkan Safari yang sempat mengunduh aplikasi Android dari APKMirror meski gagal dibuka. Mereka menyebut proyeknya sedang dalam penyempurnaan akhir dan akan dibagikan gratis.
Maraknya percobaan semacam ini tak lepas dari perkembangan AI yang mempercepat proses coding dan debugging. Beberapa hari sebelumnya, sebuah perusahaan keamanan bahkan menunjukkan keberhasilan jailbreaking iPhone 18 Pro dengan akses root yang bertahan meski ponsel dimuat ulang. Fenomena ini didorong pula oleh Reverse Engineer Anything, toolkit gratis yang memungkinkan AI menganalisis dan mendekonstruksi struktur kode. Pada akhirnya, upaya menembus batas antara hardware dan software membuka jalan bagi perangkat lawas maupun murah untuk lepas dari ekosistem tertutup produsen.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)