Modal Asing Rp200 Triliun Lebih Banjiri RI, tapi Ada Sinyal Arus Balik di Kuartal III

Bank Indonesia mencatat aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia membukukan net inflow US$13,23 miliar hingga 23 Oktober 2026, ditopang investasi di SBN dan SRBI. Meski sempat terjadi net outflow US$0,08 miliar pada kuartal III akibat tekanan di pasar saham, arus masuk kembali positif di awal kuartal IV. Surplus neraca perdagangan juga menjadi penopang ketahanan eksternal.

Nov 04, 2026 - 20:02
Updated: 8 hours ago
0
Modal Asing Rp200 Triliun Lebih Banjiri RI, tapi Ada Sinyal Arus Balik di Kuartal III
Modal Asing Rp200 Triliun Lebih Banjiri RI, tapi Ada Sinyal Arus Balik di Kuartal III

Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia sepanjang 2026 hingga 23 Oktober tercatat membukukan arus masuk bersih atau net inflow sebesar US$13,23 miliar. Capaian ini ditopang oleh investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa secara kumulatif investasi portofolio asing masih mencatatkan arus masuk bersih, kendati pergerakannya mengalami dinamika sepanjang tahun. Hal itu disampaikannya dalam paparan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III 2026 di Jakarta, Selasa (3/11).

"Dengan perkembangan tersebut, aliran investasi portofolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 mencatatkan net inflow sebesar US$13,23 miliar," ujar Destry.

Meski demikian, Destry mengungkapkan bahwa investasi portofolio asing sempat mencatatkan arus keluar bersih atau net outflow sebesar US$0,08 miliar pada kuartal III 2026. Kondisi tersebut terutama dipicu oleh keluarnya dana asing dari pasar saham.

"Aliran investasi portfolio asing pada triwulan III 2026 mencatat net outflows sebesar US$0,08 miliar terutama disebabkan outflow pada saham," kata Destry.

Namun, aliran modal asing kembali mencatatkan arus masuk bersih pada awal kuartal IV 2026. Investasi portofolio asing membukukan net inflow sebesar US$0,04 miliar, terutama ditopang oleh penempatan dana pada instrumen SBN dan SRBI.

Selain aliran modal asing, ketahanan sektor eksternal Indonesia juga ditopang oleh kinerja neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus. Bank sentral mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$10,61 miliar sepanjang Januari-September 2026, sementara khusus pada September 2026 surplus perdagangan tercatat sebesar US$3,36 miliar.

Destry menegaskan penguatan sektor eksternal perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak rambatan dari tingginya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global. Menurutnya, ketahanan eksternal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika pasar keuangan dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User