Mendagri Tito Minta Maskapai Tahan Tarif Pesawat Saat Nataru demi Jaga Inflasi
Mendagri Tito Karnavian meminta maskapai penerbangan tidak mematok tarif tertinggi selama periode Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, lonjakan penumpang seharusnya tetap mendatangkan keuntungan tanpa harus menaikkan harga secara maksimal, agar inflasi akhir tahun tetap terkendali. Ia juga mengusulkan sejumlah langkah pengendalian inflasi, termasuk bantuan sosial, operasi pasar, dan opsi subsidi angkutan udara.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta maskapai penerbangan tidak menetapkan tarif pada level tertinggi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Permintaan itu disampaikan untuk menjaga inflasi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.
Menurut Tito, permintaan perjalanan masyarakat pada masa Nataru diperkirakan naik. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga, termasuk tarif angkutan udara. Karena itu, ia meminta Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Angkutan Udara, mengumpulkan para maskapai.
"Saya memohon kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Angkutan Udara, mengumpulkan rekan-rekan airline. Ketika demand tinggi, karena banyak perjalanan nanti akhir tahun ini, mohon jangan mengambil harga yang paling tinggi, acuan yang tinggi," ujar Tito usai Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (26/10).
Ia menilai peningkatan jumlah penumpang seharusnya bisa dimanfaatkan maskapai tanpa harus memaksimalkan tarif. Menurutnya, maskapai tetap dapat memperoleh keuntungan meski tidak menetapkan harga pada level tertinggi.
"Jumlah penumpangnya pasti meningkat. Otomatis tolong kalau bisa diturunkan. Keuntungan kan tetap ada, tapi jangan ambil keuntungan maksimal, supaya tidak berpengaruh kepada inflasi," ujarnya.
Tito juga menekankan kenaikan permintaan selama libur akhir tahun perlu diantisipasi sejak dini. Selain perjalanan udara, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat melalui jalur darat dan laut.
Untuk mengendalikan inflasi pada akhir tahun, ia mengusulkan sejumlah langkah, antara lain melanjutkan bantuan sosial, operasi pasar pangan, serta mempertimbangkan subsidi pada sejumlah sektor. Menurut Tito, subsidi angkutan udara menjadi salah satu opsi karena tarif penerbangan turut menyumbang kenaikan inflasi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)