Marquez Disebut Berpotensi Pensiun Lebih Cepat, Tuntutan Pembalap MotoGP Dinilai di Luar Nalar

Pengamat MotoGP Carlo Pernat menilai Marc Marquez berpotensi pensiun lebih cepat dari kontrak Ducati yang berakhir 2028. Penyebabnya, tuntutan kepada pembalap dinilai kian tidak masuk akal, terutama setelah Liberty Media menjadi pemilik baru MotoGP. Pernat menyebut Marquez kemungkinan hanya menjalani satu tahun lagi sebelum mempertimbangkan mundur demi kondisi fisik dan mental yang lebih sehat.

Nov 04, 2026 - 20:01
Updated: 13 hours ago
0
Marquez Disebut Berpotensi Pensiun Lebih Cepat, Tuntutan Pembalap MotoGP Dinilai di Luar Nalar
Marquez Disebut Berpotensi Pensiun Lebih Cepat, Tuntutan Pembalap MotoGP Dinilai di Luar Nalar

Kabar soal masa depan Marc Marquez kembali mencuat. Pengamat MotoGP Carlo Pernat menilai pembalap Ducati itu berpotensi pensiun lebih cepat dari perkiraan banyak pihak, meski kontraknya bersama pabrikan Italia tersebut baru berakhir pada 2028.

Menurut Pernat, Marquez kemungkinan besar hanya akan menjalani satu tahun lagi, yaitu musim depan, karena masih terikat kontrak. Setelah itu, ia membuka peluang untuk mundur lebih awal dari dunia balap.

Pernat menilai keputusan semacam itu tidak terlepas dari tuntutan yang dibebankan kepada para pembalap MotoGP yang kian berat dan dianggap tidak masuk akal. Situasi ini diperparah dengan masuknya Liberty Media sebagai pemilik baru MotoGP.

"Dia mungkin akan pergi. Menurut saya, dia akan menjalani satu tahun lagi, yaitu tahun depan, karena tentu saja dia masih terikat kontrak. Namun, dengan segala hal yang terjadi seiring dengan kepemilikan baru MotoGP oleh Liberty Media, sejujurnya menurut saya Marc termasuk salah satu orang yang ingin menyingkirkan gangguan-gangguan tersebut," kata Pernat, dikutip dari Crash.

Pernat menambahkan, dalam beberapa kesempatan terakhir Marquez terlihat cukup memperjuangkan kepentingan para pembalap. Salah satunya ketika ia memilih tidak mengikuti kegiatan komersial usai gelaran MotoGP Jepang.

"Anda bisa melihat bahwa ia mulai menjadi sosok pemimpin bagi para pembalap dalam berbagai aspek. Ia ingin mencapai masa pensiun dari dunia balap motor dalam satu atau dua tahun ke depan dalam kondisi yang sehat," ujar Pernat.

Menurut Pernat, aturan-aturan baru yang diterapkan saat ini sudah di luar nalar dan tidak lagi menyenangkan bagi para pembalap. Ia menyoroti sesi latihan pada hari Jumat dan Sabtu, serta total 44 kali balapan dalam satu musim.

Bagi Marquez, lanjut Pernat, hal itu membuat kehidupan sebagai pembalap tidak lagi menyenangkan. Rutinitas tersebut dinilai sebagai kehidupan yang mengasingkan diri, sekaligus sangat berbahaya, baik dari sisi fisik maupun mental.

Pernat juga mempertimbangkan pengalaman panjang Marquez. Selama 14 tahun berkarier di MotoGP, sebagian besar waktunya dihabiskan sebagai pembalap tim pabrikan. Trauma fisik akibat kecelakaan hebat pada 2020 turut menjadi faktor yang membuat tuntutan berat saat ini terasa semakin membebani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User