Kemenangan Telak Demokrat di Kongres AS, Trump dan Republik Terpuruk di Pemilu Sela

Partai Demokrat memenangkan kendali penuh DPR dan Senat AS dalam pemilu sela, menjadi pukulan bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik. Sementara itu, Iran merilis panduan menghadapi serangan nuklir, dan oposisi Israel menyerang PM Netanyahu terkait keputusan AS menghentikan bantuan tahunan Rp70 triliun.

Nov 05, 2026 - 00:01
Updated: 1 day ago
0
Kemenangan Telak Demokrat di Kongres AS, Trump dan Republik Terpuruk di Pemilu Sela
Kemenangan Telak Demokrat di Kongres AS, Trump dan Republik Terpuruk di Pemilu Sela

Partai Demokrat berhasil meraih kemenangan besar dalam pemilihan sela (midterm election) Amerika Serikat yang digelar pada Selasa (3/11) waktu setempat. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Demokrat menguasai dua majelis tertinggi Kongres AS, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat. Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik yang harus menerima kekalahan di kedua kamar tersebut.

Kemenangan Demokrat diraih melalui serangkaian keberhasilan dalam proses pemungutan suara yang berlangsung ketat. Penguasaan penuh Kongres memberikan Demokrat kendali atas agenda legislatif, sekaligus menjadi sinyal kuat pergeseran politik di Amerika Serikat. Kekalahan ini diprediksi akan mempersulit langkah pemerintahan Trump dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya ke depan.

Di tengah dinamika politik AS, situasi internasional juga memanas. Televisi nasional Iran pada Selasa (3/11) mendadak menyiarkan instruksi kepada warganya mengenai tata cara menghadapi potensi serangan nuklir. Laporan Al Arabiya menyebutkan panduan tersebut mencakup imbauan untuk tidak menatap langsung kilatan cahaya akibat ledakan, serta segera mencari tempat berlindung jika berada di luar ruangan.

Otoritas Iran menyarankan warga untuk berlindung di balik penghalang jika tidak dapat masuk ke gedung, atau berbaring rata di tanah sambil melindungi kepala dan wajah. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Sementara itu, di Israel, oposisi menyerang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait keputusan Presiden AS Donald Trump yang akan menghentikan bantuan tahunan sebesar Rp70 triliun ke negara tersebut. Rival terkuat Netanyahu sekaligus pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, menilai bahwa keputusan AS itu muncul akibat tindakan Netanyahu dan partainya, Likud.

Melalui unggahannya di platform X pada Rabu (4/11), Eisenkot menyatakan bahwa Netanyahu dan Likud kerap melakukan "pogrom" terhadap demokrasi dan supremasi hukum dalam situasi terdesak. Ia menegaskan bahwa sang PM menimbulkan bahaya nyata bagi Israel. Pernyataan ini menambah tekanan politik terhadap Netanyahu di tengah hubungan yang memanas dengan Washington.

Keputusan AS menghentikan bantuan tahunan senilai Rp70 triliun menjadi pukulan bagi Israel, terutama di saat negara itu menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ekonomi. Oposisi memanfaatkan momen ini untuk menyerang kepemimpinan Netanyahu, menyoroti gaya pemerintahannya yang dianggap merusak prinsip demokrasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari kantor Netanyahu terkait pernyataan Eisenkot.

Dinamika politik global dalam sepekan terakhir menunjukkan keterkaitan erat antara hasil pemilu sela AS, ketegangan Iran-AS, dan stabilitas politik Israel. Kemenangan Demokrat di Kongres AS diperkirakan akan mempengaruhi arah kebijakan luar negeri Washington, termasuk terhadap Iran dan Israel. Sementara itu, imbauan nuklir Iran dan serangan oposisi terhadap Netanyahu menjadi indikasi bahwa lanskap geopolitik Timur Tengah masih penuh ketidakpastian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User