Malaysia Siaga Perang, Rekaman Terakhir Pilot Learjet 60 Sebelum Jatuh di Florida

Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memastikan stok makanan aman enam bulan di tengah kekhawatiran perang siber. Sementara itu, rekaman komunikasi kopilot Learjet 60 sebelum jatuh di Florida memperlihatkan laporan lapisan es dan turbulensi hingga teriakan terakhir sebelum pesawat menghantam tanah. Isu politik Israel juga mencuat lewat penolakan Eisenkot bergabung dengan pemerintahan Netanyahu.

Nov 04, 2026 - 00:01
Updated: 9 hours ago
0
Malaysia Siaga Perang, Rekaman Terakhir Pilot Learjet 60 Sebelum Jatuh di Florida
Malaysia Siaga Perang, Rekaman Terakhir Pilot Learjet 60 Sebelum Jatuh di Florida

Perhatian dunia internasional pada Selasa (3/11) masih tertuju pada penyelidikan pesawat Learjet 60 yang jatuh menukik di Florida, Amerika Serikat. Selain itu, isu kesiapsiagaan sejumlah negara menghadapi ancaman perang, termasuk Malaysia yang bertetangga dengan Indonesia, turut menjadi sorotan.

Rekaman komunikasi terakhir antara kopilot Learjet 60 dan menara pengatur lalu lintas udara (ATC) mengungkap momen menegangkan sebelum pesawat jatuh di jalan raya Palm Beach County, Florida, Minggu (1/11). Dalam rekaman yang diperoleh dari situs pemantau Live ATC itu, seorang pilot perempuan sempat melaporkan adanya lapisan es dan turbulensi saat pesawat berada di ketinggian 10.668 meter. Komunikasi terakhirnya bahkan memperdengarkan teriakan bahwa pesawat akan segera menghantam tanah.

Di Malaysia, Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi memastikan stok makanan di Negeri Jiran aman untuk enam bulan ke depan. Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran akan meletusnya perang siber yang menargetkan Malaysia.

Kepada wartawan pada Senin (2/11), Ahmad menegaskan warga Malaysia tidak perlu menimbun makanan dan keperluan darurat. Menurutnya, stok kebutuhan pokok dalam negeri masih mencukupi untuk enam bulan mendatang.

"Kami tidak melihat perlunya tindakan seperti itu karena ketahanan pangan dan tingkat stok kami mencukupi," kata Ahmad usai menghadiri Malaysia-China Cooperation Meeting on Investment Trade and Economic Empowerment, seperti dikutip The Star.

Sementara dari Israel, Ketua Partai Yashar sekaligus tokoh oposisi Gadi Eisenkot dilaporkan enggan bergabung dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu. Penolakan itu muncul meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesaknya di tengah negosiasi koalisi pemerintahan baru Israel yang masih berlangsung.

Media Israel, KAN, melaporkan hal tersebut dengan mengutip sumber yang mengetahui pertemuan tertutup Eisenkot. "Saya tak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Netanyahu," kata Eisenkot, sebagaimana dikutip Anadolu Agency, Selasa (3/11).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User