Macron Pantau Uji Rudal Nuklir M51.3 Saat 250 Ribu Warga Prancis Demo Besar-besaran

Presiden Prancis Emmanuel Macron memantau uji coba rudal nuklir terbaru M51.3 dari kapal selam Le Vigilant di lepas pantai Brittany, Selasa (6/10). Uji coba ini berlangsung di tengah gelombang demonstrasi besar yang melibatkan sekitar 250.000 siswa, guru, orang tua, mahasiswa, dan aktivis yang menuntut perbaikan sistem pendidikan. Lebih dari 900 sekolah terpaksa tutup, dan sejumlah unjuk rasa berujung kerusuhan serta bentrokan berdarah dengan polisi.

Oct 08, 2026 - 00:02
Updated: 1 day ago
0 0
Macron Pantau Uji Rudal Nuklir M51.3 Saat 250 Ribu Warga Prancis Demo Besar-besaran
Macron Pantau Uji Rudal Nuklir M51.3 Saat 250 Ribu Warga Prancis Demo Besar-besaran

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyaksikan langsung penembakan uji coba rudal berkemampuan nuklir terbaru milik negaranya. Menurut laporan France24, Macron memantau penembakan rudal tanpa hulu ledak tersebut dari atas kapal perang Prancis pada Selasa (6/10).

Rudal berjenis M51.3 itu ditembakkan dari kapal selam Le Vigilant di lepas pantai Brittany dan menghantam kawasan Atlantik Utara. M51.3 merupakan versi terbaru dari rudal M51 yang mulai beroperasi pada Oktober 2025 sebagai bagian dari program modernisasi pencegahan nuklir Prancis.

Uji coba rudal ini berlangsung bersamaan dengan gelombang demonstrasi besar yang mengguncang berbagai wilayah Prancis. Sekitar 250.000 orang yang terdiri dari siswa, guru, orang tua, mahasiswa, dan aktivis turun ke jalan pada Selasa. Akibatnya, lebih dari 900 sekolah tidak dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Para siswa umumnya menuntut peningkatan kehadiran guru, terutama di daerah pinggiran yang dinilai minim tenaga pendidik. Mereka juga mendesak pemerintah memperbaiki bangunan dan fasilitas sekolah serta meninjau kembali durasi pembelajaran yang dianggap terlalu panjang.

Demonstrasi ini pertama kali pecah pada akhir September lalu dan dengan cepat meluas ke seluruh wilayah Prancis. Sejumlah unjuk rasa berujung kerusuhan, dengan sekolah-sekolah dan fasilitas umum dibakar maupun dijarah.

Bentrokan berdarah antara aparat kepolisian dan siswa juga terjadi. Seorang siswa dilaporkan kehilangan satu tangan akibat ledakan granat yang dilempar polisi, sementara siswa lain mengalami patah tulang rahang karena terhantam granat tepat di kepala.

Hingga kini, situasi keamanan di Prancis masih menjadi perhatian menyusul gelombang protes yang terus meluas. Di sisi lain, pemerintah Prancis tetap melanjutkan program modernisasi pertahanan nuklirnya di tengah tekanan domestik yang meningkat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User