BPS Catat 17 Provinsi Lampaui Rata-rata Ekonomi Nasional, Maluku Utara Teratas

BPS mencatat 17 dari 38 provinsi di Indonesia tumbuh di atas rata-rata nasional 5,45 persen pada Semester I 2026. Maluku Utara tertinggi dengan 17,43 persen berkat hilirisasi. Di tingkat kabupaten/kota, daerah tumbuh di atas 6 persen didominasi Pulau Jawa, dengan Ngawi dan Sidrap jadi contoh sukses berkat inovasi pertanian dan peternakan.

Oct 08, 2026 - 00:02
Updated: 1 day ago
0 0
BPS Catat 17 Provinsi Lampaui Rata-rata Ekonomi Nasional, Maluku Utara Teratas
BPS Catat 17 Provinsi Lampaui Rata-rata Ekonomi Nasional, Maluku Utara Teratas

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa 17 dari 38 provinsi di Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional yang sebesar 5,45 persen pada Semester I 2026. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan hal itu dalam acara Mata Lokal Fest 2026 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (7/10). Menurutnya, capaian ekonomi nasional merupakan akumulasi dari kinerja daerah. "Pertumbuhan ekonomi 5,45 persen secara nasional ini, kontributornya adalah provinsi-provinsi di Indonesia. Saat ini ada 17 provinsi di Indonesia dari 38 provinsi yang ekonominya sudah tumbuh di atas ekonomi nasional," ujar Amalia.

Daftar provinsi dengan pertumbuhan tertinggi dipimpin Maluku Utara yang mencapai 17,43 persen, disusul Nusa Tenggara Barat 10,42 persen, Kepulauan Riau 7,02 persen, Gorontalo 6,94 persen, Sulawesi Tengah 6,84 persen, Sulawesi Selatan 6,22 persen, dan Sulawesi Tenggara 6,21 persen. Sejumlah daerah lain juga mencatatkan pertumbuhan di atas nasional, seperti Kalimantan Barat 5,87 persen, Jawa Timur 5,84 persen, Jawa Tengah 5,80 persen, DI Yogyakarta 5,80 persen, Jawa Barat 5,76 persen, Bali 5,68 persen, Banten 5,57 persen, DKI Jakarta 5,55 persen, Sulawesi Utara 5,48 persen, dan Kalimantan Selatan 5,47 persen.

Amalia menyoroti lonjakan Maluku Utara yang menembus double digit. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan tinggi tersebut didorong oleh penguatan industri manufaktur dan program hilirisasi. "Apa yang menyebabkan ekonomi di beberapa provinsi di Indonesia ini bisa tumbuh tinggi? Antara lain karenanya adalah industri. Ternyata, begitu ada hilirisasi, dalam hal ini adalah menggerakkan industri manufaktur, itu ternyata mampu bisa mendorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut," terangnya.

Pada tingkat kabupaten/kota, BPS mencatat sebaran daerah dengan pertumbuhan di atas 6 persen didominasi Pulau Jawa sebanyak 39 kabupaten/kota, diikuti Sulawesi 29 kabupaten/kota, dan Sumatra 9 kabupaten/kota. Amalia menegaskan bahwa pertumbuhan pesat tidak selalu bergantung pada sektor pertambangan, melainkan juga ditopang teknologi, inovasi, dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Salah satu contohnya adalah Kabupaten Ngawi di Jawa Timur yang tumbuh 8,14 persen berkat inovasi pertanian ramah lingkungan berkelanjutan pada 35 ribu hektar lahan, serta penerapan smart farming dan penggunaan drone oleh petani muda. Contoh lain adalah Kabupaten Sidrap di Sulawesi Selatan yang mencatat pertumbuhan 6,85 persen melalui optimalisasi industri olahan beras porang dan modernisasi peternakan ayam bertelur berteknologi tinggi.

"Intinya adalah kalau daerah itu mau tumbuh tinggi tidak perlu harus berbasis tambang. Bisa kalau dia punya sumber daya alam lainnya asal dinaikkan produktivitasnya, kemudian digerakkan agar bisa menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi untuk ekonomi di daerah tersebut," tegas Amalia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User